Gas Termahal di Indonesia, Plt Gubsu Curhat di Rakernas LPNU

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Pelaksana Tugas Gubernur Sumut (Plt Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengungkapkan harapannya agar Rakernas Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) tahun 2016 memberikan solusi bagaimana menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Soal energi di Sumut, harga gas industri termahal se Indonesia yang bisa menghambat pertumbuhan pembangunan.

“Di bidang energi, saya boleh curhat kepada Ketua PBNU bahwa harga gas industri di Sumut adalah yang termahal se Indonesia. Listrik juga, walaupun PLN katakan cukup, hari ini listrik di Nias padam, semua karena kontrak dengan PLN dihentikan sepihak. Kami tentu tidak bisa bicara daya saing kalau tidak didukung pusat. PBNU saya harap bisa memberi masukan ke pusat,” ujar Erry pada pembukaan Rapat Kerja Nasional 2016, Lembaga Perekonomian Nahdatul Ulama (LPNU) di Medan, Sabtu (2/4)

Hadir dalam acara pembukaan tersebut Ketua PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A,  Rois Aam KH. Ma’ruf Amin, Sekretaris Jenderal PBNU HA Helmy Faishal Zaini, Ketua PW NU Afifuddin Lubis, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Dr RE Nainggolan MM, Romo Ben,  dan para ulama serta tokoh masyarakat lainnya.

“Hari ini hadir lengkap Ketua PBNU dan Rois Aam, tentu membawa semangat bagi kaum Nahdiyin. Kami atas nama Pemprovsu, menyambut positif dan mengapresiasi kepada LPNU yang sudah memberikan kepercayaan Sumut sebagai tuan rumah,” jelas Erry.

Juga dikatakannya, upaya peningkatan kesejahteraan kaum nahdiyin menurut Plt Gubsu sangat strategis bagi kemajuan perekonomian bangsa.

“Sebagai ormas terbesar di Indonesia, maka kesejahteraan kaum Nahdiyin adalah sekaligus sumbangan besar bagi perekonomian bangsa,” kata Erry dalam acara yang diselenggarakan di Medan International Convention Center (MICC).

Erry berharap Rakernas dapat melahirkan sumbangsih pemikiran sekaligus jalan keluar bagi berbagai persoalan bangsa.

Rois Aam KH. Ma’ruf Amin mengatakan NU harus memberi dampak positif bagi ekonomi bangsa. Perbaikan ke arah yang lebih baik secara berkelanjutan khusus bidang ekonomi perlu terus dilakukan NU. Ma’ruf Amin mengatakan perlu dilakukan konsolidasi pengusaha kuat di lingkungan NU, pemberdayaan pengusaha lemah atau UKM dan  menghadirkan pusat inkubasi bisnis di seluruh Indonesia.

“Yang harus dikembangkan ekonomi dua jalur sektor komersial dan sosial. Pemberdayaan di bidang zakat dan wakaf dan deregulasi undang-undang banyak yang belum berpihak kepada ekonomi umat,” ujarnya.

Dia mengatakan, potensi NU di bidang ekonomi besar, dengan anggota NU yang mencapai lebih 90 juta orang.

“NU selama ini tidur, sekarang ini bangun. Selama ini umat NU digarap orang, sekarang bangun dari kita sendiri untuk kepentingan diri kita demi kemajuan bangsa dan negara,” tegasnya. (AFR)

Foto:

Acara Pmbukaan Rapat Kerja Nasional 2016, Lembaga Perekonomian Nahdatul Ulama (LPNU),  Medan International Convention Center (MICC), Medan, Sabtu 2/4/2016 (afr/bataktoday)

  • Bagikan