Rayakan Setahun Pasar Induk, Eldin ‘Goyang’ Pedagang dengan ‘Biring Manggis’

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Malam perayaan satu tahun Pasar Induk di Jalan Bunga Turi, Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (2/4/2016) malam, berlangsung meriah dan dihadiri ribuan warga. Kedepan, pasar yang dibangun di atas lahan 12 hektar ini diharapkan menjadi pasar modern terlengkap di Kota Medan.

Walikota Medan Dzulmi Eldin berpesan, supaya pedagang selalu menjaga serta merawat bangunan Pasar Induk dan lingkungannya, sehingga para pembeli merasa nyaman dan selalu akan kembali berbelanja di Pasar Induk.

Mantan Sekda Kota Medan itu mengingatkan agar seluruh pedagang menjaga kekompakan, agar apapun isu yang berhembus dapat difilter.

“Percayalah, Pemko Medan selalu akan melahirkan solusi atas persoalan yang melanda Pasar Induk. Untuk itu saya berharap kepada seluruh pedagang tetap bersabar dan terus berdagang di sini. Jadi layanilah terus pembeli dengan sebaik-baiknya, insya Allah Pasar Induk ini nantinya akan semakin ramai dikunjungi masyarakat ” pinta Eldin.

Perayaan satu tahun Pasar Induk diwarnai  penyerahan beka buluh (kain tenun khas Karo-red) sebagai penghargaan para pedagang kepada Walikota Eldin, dilanjutkan pemotongan nasi tumpeng.

Ketika didaulat bernyanyi, Eldin melantunkan lagu Anak Medan, dan selanjutnya berduet dengan Camat Medan Tuntungan, melantunkan lagu Biring Manggis yang berhasil memancing kaum ibu untuk turun menari.

Turut hadir dalam perayaan, Wakil Walikota  Akhyar Nasution, Dirut PD Pasar Kota Medan Beni Sihotang, sejumlah pimpinan SKPD, dan Camat Medan Tuntungan, Gelora Kurnia Putra Ginting.

Kepala Pasar Induk, Edi Suranta Sembiring menjelaskan, transaksi jual-beli di Pasar Induk semakin bergeliat. Dia yakin, apabila para pedagang yang masih menggelar lapak di seputaran Jalan Sutomo dan sekitarnya bergabung, kunjungan dipastikannya akan terus meningkat.

Menurut Edi, kapasitas Pasar Induk saat ini lebih dari cukup untuk menampung seluruh pedagang yang masih berjualan di Jalan Sutomo dan sekitarnya.

“Yang terisi baru 50 persen, sehingga masih muat untuk menampung para pedagang dari Jalan Sutomo,” jelas Edi.

Mengenai harga tempat, Edi mengatakan bervariasi. Untuk grosir Rp.9 juta, sub grosir Rp 7 juta, dan untuk pengecer Rp.5 juta.

Edi mengungkapkan, para pedagang yang masih berjualan di Jalan Sutomo sebenarnya telah membeli tempat di Pasar Induk.

“Sebagian ada yang tidak menempatinya, sedangkan sebagian lagi diisi oleh anak atau suaminya. Pedagang itu sendiri memilih bertahan berjualan di Jalan Sutomo,” katanya.

Pasar Induk Rumah Kita

Sementara itu, Ketua Pedagang Pasar Induk, Sisca Laura br Sembiring menyatakan penghargaan atas kehadiran dan keperdulian Walikota dan Wakil Walikota kepada pedagang Pasar Induk, dan mengajak rekan-rekan sesama pedagang untuk menjaga dan merawat Pasar Induk

“Pasar Induk ini rumah kita, tempat kita mencari makan. Untuk itulah, mari kita jaga dan selalu kita rawat, terutama kebersihan dan keamanannya, sehingga masyarakat pembeli yang datang merasa aman dan nyaman. Jika masyarakat puas dan terlayani dengan baik, pembeli yang datang akan semakin banyak lagi,” ujar Sisca optimis. (AFR)

Foto: Ketua Pedagang Pasar Induk, Sisca Laura br Sembiring menyerahkan cinderamata beka buluh (kain tenun khas Karo-red) sebagai penghargaan para pedagang kepada Walikota Medan Dzulmi Eldin pada perayaan satu tahun Pasar Induk di Jalan Bunga Turi, Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (2/4/2016) malam. (bataktoday/afr)

  • Bagikan