Hulman:” DPRD Siantar Lakukan Pembiaran di Pasar Horas”

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Setelah berunjuk rasa sekitar 3 jam, akhirnya DPRD Siantar mengundang perwakilan Aliansi Pedagang Tradisional Kota Siantar duduk bersama untuk menyampaikan aspirasinya di ruangan rapat komisi DPRD Siantar. Pertemuan ini juga dihadiri Pemko Siantar yang diwakili Staf Ahli Wali Kota, Midian Sianturi, Rabu (6/4) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam pertemuan itu, selain menyampaikan 9 tuntutan mereka kepada DPRD dan Pemko Siantar, terutama penolakan terhadap kenaikan retribusi sebesar 300 persen, Aliansi Pedagang Tradisional melalui kordinatornya Agus juga membongkar dugaan pelanggaran yang dilakukan PD Pasar Horas Jaya (PD PHJ) selama ini.

“Bukan hanya menuntut penolakan retribusi saja, tapi supaya bapak ibu di DPRD ini mengetahuinya, banyak pelanggaran peraturan, yang dilakukan PD PHJ. Penjualan lapak kios di sekitar taman bunga Pasar Horas, yang dilakukan oleh Dirut. Kami punya bukti untuk itu. Sistem pengelolaan parkir yang tidak jelas, retribusi kamar mandi sebesar Rp. 2000 yang diduga kuat tidak masuk PAD. Sejumlah pegawai PD Pasar yang tidak jelas perekrutannya sehingga diduga kuat menjadi salah satu dasar menaikkan retribusi sebesar 300 persen,” ujar Agus.

Ketika diberi kesempatan berbicara, Hulman Sihombing, salah satu perwakilan pedagang menyatakan kekecewaannya atas sikap DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah kota.

“Seharusnya DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasannya, tidak melakukan pembiaran terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan PD Pasar Horas Jaya selama ini. Masak DPRD Siantar tidak tahu, begitu banyak pelanggaran yang dilakukan PD PHJ ini. Kalau saya jadi wali kota Siantar, PD PHJ ini akan saya audit keuangannya. Terus terang saya sudah muak dengan peraturan yang tidak bisa ditegakkan lagi oleh para pemimpin di kota Siantar,” ungkapnya kecewa.

Menanggapi pengaduan dan tuntutan  para pedagang, DPRD berencana akan membentuk Pansus untuk meangani dugaan pelanggaran oleh PD PHJ.

Rekomendasi DPRD Siantar terkait 9 tuntutan Aliansi Pedagang Tradisional disampaikan kepada Pemko Siantar melalui Midian Sianturi, untuk ditindaklanjuti dalam jangka waktu tujuh hari ke depan.

Yang hadir dari DPRD dalam pertemuan ini antara lain Eliakim Simanjuntak (Ketua), Timbul Lingga (Wakil Ketua), Mangatas Silalahi (Wakil Ketua), Rini Silalahi, Henry Dunan Sinaga, OW Herry Darmawan, Asrida Sitohang, Hotman Kamaludin Manik, Hotmaulina Malau, Togar Sitorus, Hendra Pardede dan  Frangky Boy.Saragih.

Usai melakukan pertemuan, dengan disambut sorak-sorai koordinator aksi Agus Butar-Butar menyampaikan hasil pertemuan kepada ribuan pedagang, yang menunggu selama berjam-jam di luar gedung DPRD.

“Kita telah sampaikan tuntutan kita kepada DPRD dan Pemerintah Kota. Sesuai kesepakatan, pemerintah kota diberi waktu seminggu untuk merealisasikan tuntutan kita. Kalau tidak, kita akan demo terus ke DPRD ini,” serunya. (EM)

Foto:

Salah satu perwakilan Aliansi Pedagang Tradisional Kota Siantar, Hulman Sihombing, melakukan orasi saat demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Pematang Siantar, Jalan Adam Malik, Pematang Siantar, Rabu 6/4/2016 (at/bataktoday)

  • Bagikan