Mahasiswa Tuding BNN dan Polresta Siantar “Spesialis” Kurir

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Melihat “gebrakan” Polresta Siantar dan BNN Kota Siantar yang masih di level penangkapan kurir, tanpa pernah menangkap bandar besar dalam peredaran narkoba di kota ini, puluhan mahasiswa yang bergabung dalam Kelompok Cipayung, Sahabat Lingkungan (SaLing), dan ALiansi Mahasiswa Kota Siantar kembali melakukan demonstrasi di kedua institusi ini, Kamis (7/4)) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Lihat Bapak Kapolresta, begitu mudahnya narkoba didapatkan di kota Siantar ini. Jumlah masyarakat yang direhabilitasi terus bertambah. Ayo pak Kapolres, tangkap para bandar besarnya, jangan hanya kurirnya saja,”seru Agus Tarigan, koordinator aksi dari unsur SaLIng, mengawali demo di halaman Mapolresta Siantar.

Para demonstran meminta Kapolres AKBP Dodi Darjanto untuk menemui mereka. Sekitar 30 menit berorasi belum mendapat respon, massa mencoba mendesak masuk untuk bertemu langsung dengan Kapolres, namun tetap mendapat halangan petugas kepolisian.

Karena melihat massa yang terus menerus tanpa henti-hentinya mencoba menerobos untuk masuk, pihak Polresta akhirnya mengizinkan massa untuk masuk dan bertemu langsung dengan Kapolresta AKBP Dodi Darjanto.

Dalam pertemuan yang berlangsung singkat dengan Kapolresta Pematangsiantar, Faith Manalu salah satu koordinator aksi menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya meminta agar Polresta Siantar segera menangkap seluruh bandar narkoba di kota Siantar, yang nama-namanya diungkapkan terpidana Ong dalam persidangan beberapa waktu lalu.

Faith juga meminta agar segera dilakukan tes urine secara luas di lingkungan Polesta Sianta, untuk dapat mengambil tindakan terhadap anggota kepolisian yang terlibat penggunaan, yang cenderung membuat mereka akhirnya terlibat sebagai pelaku dalam peredaran narkoba.

Mendengar aspirasi mahasiswa tersebut, Kapolresta AKBP Dodi Darjanto berjanji akan menindaklanjutinya.

“Kami dari pihak kepolisian juga meminta bantuan adik-adik mahasiswa untuk memberantas peredaran narkoba di kota Siantar ini. Beberapa hari ini kami juga sudah melakukan penangkapan terahadap beberapa bandar narkoba bahkan beberapa anggota kepolisian yang terlibat narkoba. Selama ini juga kami tangkap (barangsiapa yang terlibat narkoba). Untuk oknum bandar narkoba  yang disebutkan terpidana Ong dalam persidangan, kita belum menemukan bukti yang kuat untuk itu, tapi kita juga akan menindaklanjutinya,” terang Dodi.

Usai mendengar jawaban Kapolres, mahasiswa bergerak menuju kantor BNN Siantar, dan sesampainya di sana langsung menggelar aksi demo dengan tuntutan yang sama, yaitu mendesak agar BNN segera menangkap para bandar narkoba.

”Ayo pak Ahmad Yani, Kepala BNN, keluar temui kami, ini sudah kedua kalinya kami datang kesini untuk menyampaikan aspirasi kami. Lihat pak, mendapatkan narkoba di kota Siantar sangat mudah, jangan hanya sosialisasi terus, tapi tangkap bandar-bandar besarnya, itu yang penting ,” teriaknya meminta Kepala BNN Kota Siantar untuk keluar menemui mereka.

Suasana sempat tegang, ketika salah satu pegawai BNN mencoba menghalangi mahsiswa untuk menyerbu masuk ke dalam kantor.

Pegawai BNN ini tersebut mengatakan bahwa kepala BNN sedang berada di Lapas Raya melakukan razia narkoba.

Agus kordinator lapangan merasa tidak terima dengan ucapan pegawai BNN tersebut.

“Sudah dua kali kami kesini datang tapi tidak pernah disambut oleh pak Ahmad Yani,  ini bukti BNN Siantar tidak peduli terhadap peredara narkoba, sudah jelas surat pemberitahuan kami masukk kesini, harusnya kepala BNN ada disini, untuk  berdiskusi dengan kami dalam pemberantasan narkoba, kata Agus dengan kecewa.

Sekitar setu jam menunggu di BNN namun tidak ada yang menyambut, massa akhirnya memilih meninggalkan kantor BNN Siantar

Kordinator aksi Faith Manalu saat diwawancarai Batak Today mengenai aksi ini mengatakan, bahwa aksi untuk memberantas peredaran narkoba di kota Siantar ini akan terus berlangsung.

“Ini merupakan aksi yang kedua kalinya kita lakukan untuk mendorong pemberantasan narkoba di kota ini. Aksi ini tidak akan berhenti di sini, tapi akan berlangsung terus untuk Siantar bersih narkoba. Intinya kita akan rutin mendemo Polresta dan BNN Siantar sampai kota Siantar bersih dari narkoba,” ujarnya. (EM)

Foto:

Para pendemo betemu dengan Kapolresta Pematang Siantar AKBP Dodi Darjanto, untuk menyampaikan tuntutannya dalam demo anti narkoba, di Mapolresta Siantar, Kamis 7/4/2016 (em/bataktoday)

  • Bagikan