Pemko Siantar Tidak Surati Pengusaha, Komisi III Batal Tinjau Bangunan Melanggar GSS di Jalan Parapat

  • Bagikan
????????????????????????????????????

Pematang Siantar, BatakToday

Kesepakatan antara Pemko Siantar dengan Komisi III DPRD Siantar yang dibuat saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Rabu (13/4) lalu untuk meninjau bersama bangunan yang disebutkan telah melewati Garis Sempadan Sungai (GSS) di Jalan Parapat, Kecamatan Siantar Marimbun, batal dilakukan Jumat (15/4) dengan alasan pihak Pemko belum menyurati pengusaha agar berada di tempat saat peninjauan itu dilakukan. (Baca tautan berita https://bataktoday.com/komisi-iii-dprd-pemko-siantar-harus-bongkar-bangunan-yang-melewati-garis-sempadan-sungai )

Hal tersebut dijelaskan Anggota Komisi III DPRD Siantar Oberlin Malau saat ditemui di ruang kerjanya hari ini, Jumat (15/4) siang.

“Pihak Pemko Siantar melalui SKPD terkait, Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, Dinas Bina Marga dan Pengairan, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, serta Satpol PP sama sekali belum ada menyurati pengusaha untuk memberitahukan tentang peninjauan ini. Tadinya kita mau memastikan pelanggaran terhadap garis sempadan sungai seperti diatur dalam UU No. 38 tahun 2011,” jelas Oberlin.

Hal  senada dikatakan Ketua Komisi III Hendra Pardede. Dia menjelaskan sampai saat ini jadwal kunjungan belum disampaikan pemko.

“Pada saat RDP kemarin dulu, pemko  dan Komisi III sudah sepakat untuk melakukan peninjauan hari ini ke bangunan yang melanggar garis sempadan sungai di Jalan Parapat, Kecamatan Siantar Marimbun, tapi sampai sekarang pemko melalui Distarukim yang ditugaskan untuk menyurati pengusahanya belum ada memberitahukan kita secara resmi. Pemko seharusnya telah menyurati pengusaha, agar pada saat peninjauan bangunannya mereka berada di lokasi,” terang politisi Golkar ini.

Pimpinan SKPD terkait dengan rencana peninjauan ini, Kakan Satpol PP Julham Situmorang, Kepala BPPT Esron Sinaga, Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Jhonson Tambunan dan Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Lukas Barus, ketika akan dikonfirmasi, keempatnya sedang tidak berada di kantornya. (EM)

 

Foto:

Bangunan yang disebut telah melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS), Jalan Parapat, Kelurahan Tong Marimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, Pematang Siantar, gambar ini diambil Rabu 13/4/2016 (em/bataktoday)

  • Bagikan