Dinilai Bebal dan Arogan, Ribuan Pedagang Tradisional akan Demo Jumsadi

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday –

Menyikapi sikap bebal Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar yang ngotot menyetujui kenaikan tarif retribusi pelayanan pasar sebesar 300 persen, ribuan pedagang tradisional yang bergabung dalam Aliansi Pedagang Tradisional Kota Siantar dalam waktu dekat akan kembali menggelar unjuk rasa untuk memprotes kebijakan yang dinilai tidak manusiawi itu.

Hal itu diutarakan Ketua Aliansi Pedagang Tradisional Kota Siantar, Agus Butarbutar kepada BatakToday, Rabu (20/4/2016).

‘Kita sudah audensi dengan Pj Walikota, ternyata beliau mengatakan menyetujui kenaikan retribusi pasar tradisional sebesar 300 persen. Terus terang kita para pedagang tradisional sangat kecewa dengan sikap Jumsadi, sehingga dalam waktu dekat ini kami berencana akan demo kembali ke kantor walikota dan DPRD,” kata Agus.

Agus juga mengungkapkan keprihatianan atas sikap Jumsadi  saat menerima audensi pedagang tradisional Senin (18/4/2016) lalu, yang menurutnya jauh dari sikap pemimpin yang bijaksana.

“Waktu audensi, Pj Walikota tidak memberikan ruang yang memadai bagi kami dalam menyampaikan aspirasi. Setiap kami bertanya, dia selalu menjawab seadanya dengan harapan audensi selesai dengan cepat, karena sesuai pengakuannya, dia mempunyai jadwal untuk mengikuti rapat lainnya,” terang Agus.

Agus mencontohkan, ketika salah satu pedagang menanyakan bagaimana sikap Pj Walikota mengenai adanya jual beli lapak di Pasar Horas yang jelas telah menyalahi aturan, Jumsadi justru menjawab dengan sikap arogan.

“Sehingga kami pada waktu itu mengingatkan beliau agar bersikap ramah terhadap kami para pedagang tradisional ini yang datang untuk menyampaikan aspirasi,” terangnya.

Agus mengungkapkan, keputusan untuk menggelar kembali unjuk rasa telah disepakati pada rapat Aliansi Pedagang Tradisional Kota Siantar.

“Kita dari Aliansi Pedagang Tradisional sudah rapat dan sepakat akan kembali melakukan unjuk rasa menolak kenaikan retribusi ini, karena kami menganggap kebijakan Pj Walikota Siantar yang menyetujui kenaikan retribusi ini merupakan kebijakan yang tidak berpihak bagi para pedagang tradisional di Kota Siantar.” tutupnya. (EM)

Foto: Ketua Aliansi Pedagang Tradisional Kota Siantar, Agus Butarbutar. (bataktoday/em)

  • Bagikan