Alvin Lehu Terancam Hukuman Mati

  • Bagikan

Tebing Tinggi, BatakToday –

Tidak ada upaya Polresta Tebing Tinggi untuk menutup-nutupi apalagi mengendapkan kasus kepemilikan narkoba Arifin alias Alvin Lehu (39) warga Pematangsiantar, yang dibekuk warga Jalan Sofian Zakaria Tebing Tinggi pada Sabtu (16/4/2016) lalu. Sosok yang dikabarkan sebagai bandar besar narkoba di Kota Pematangsiantar itu diakui terancam hukuman mati.

Demikian diungkapkan Kasat Narkoba Polresta Tebing Tinggi, AKP Burju Siahaan didampingi Kasubag Humas Iptu Sagala kepada wartawan, Rabu (19/4/2016).

“Polres Tebing Tinggi tetap fokus untuk menindaklanjuti  kasus ini yang katanya  adalah tangkapan warga di Jalan Sofian Zakaria Tebing Tinggi, Sabtu (16/4/2016) sekira pukul 14.00 WIB. Dan perlu diketahui bahwa Polres Tebing Tinggi hanya sebatas menerima berkas limpahan dari Sub Denpom I/1 Tebing Tinggi atas nama Arifin alias Alvin Lehu,” terang AKP Burju Siahaan.

Burju menjelaskan, barang bukti yang diterima oleh Polres Tebing Tinggi dari Sub Denpom I/1 Tebing Tinggi yaitu 2 buah bungkus plastik yang diduga serbuk kristal jenis narkoba sabu-sabu 17,08 gram, 3 bungkus plastik pil berwarna hijau, coklat dan biru sebanyak 20 butir yang diduga jenis ekstasi, 9 lembar kertas aluminium foil, dan 1 buah kaca. Pasal yang dipersangkakan yaitu pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2000 tentang Narkotika.

Pada kesempatan yang sama, Kasubag Humas Polresta Tebing Tinggi, Iptu Sagala menambahkan, penangkapan Alvin Lehu berawal dari pengrusakan yang dilakukannya  di rumah saksi korban Yusuf (35) warga Jalan Sofian Zakaria Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi.

Sementara itu, Muhammad Nuh (32), adik kandung saksi korban Yusuf yang berdomisili tepat di sebelah kediaman abangnya menuturkan, Alvin Lehu datang ke rumah abangnya ditemani seorang pria dan seorang wanita dengan mengendarai mobil Toyota Yaris BK 1280 WB warna hitam, dan mengaku mencari Yusuf.

Karena tidak ketemu, pelaku kemudian marah dan menghancurkan pintu depan serta memecahkan kaca jendela rumah Yusuf, bahkan satu unit pesawat televisi yang berada di dalam rumah juga dihancurkan pelaku dengan menggunakan cangkul.

“Sebelumnya di depan pintu rumah abangku, dia (Alvin Lehu) memanggil-manggil abangku, namun karena tidak ada sahutan karena abangku Yusuf lagi keluar, dia ngamuk dan dengan cangkul rumah itu kemudian dirusaknya. Karena geram warga kemudian memukuli pelaku, sedangkan kedua temannya langsung kabur,” ujar Muhammad Nuh.

Nuh menjelaskan, abangnya Yusuf bekerja sebagai pengusaha musik Keyboard (organ tunggal). Nuh juga mengaku belum pernah melihat atau mengenal Alvin Lehu maupun kedua temannya sebelum kejadian pengrusakan itu.

“Aku tidak kenal sama pelaku dan sebelumnya pelaku juga tidak pernah datang kemari,” sebut Nuh. (iss)

Foto: Tersangka kepemilikan narkoba Arifin alias Alvin Lehu diapit dua personel polisi di Mapolresta Tebing Tinggi, Rabu (19/4/2016). (bataktoday/iss)

  • Bagikan