Forum Guru Siantar Dampingi Usnita Sinaga Tuntut Hak

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Usnita Sinaga, guru bahasa Inggris di SMK Muhammadiyah 02 Jalan Merdeka No.271 Kota Pematang Siantar. sejak tahun 2012 hingga diberhentikan pada 12 Februari 2016 lalu. Pemberhentian Usnita oleh pihak SMK Muhammadiyah 02 dibarengi dengan pemberian pesangon sebesar Rp.1.200.000.

Merasa diperlakukan tidak adil, Usnita meminta bantuan kepada Forum Guru Siantar (FGS) untuk menuntut haknya ke pihak SMK Muhammadiyah 02, agar pembayaran pesangon sesuai dengan Masa Kerja dan Upah Minimum Kota (UMK) seperti diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 pasal 156, dan UU No. 14 Tahun 2005 pasal 30 dan 31.

Menyikapi hal tersebut Sekretaris FGS Halasson Suparjo Manalu mengatakan bahwa FGS sudah pertanyakan pesangon Usnita Sinaga kepada Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 02 Pematang Siantar, tetapi tidak mendapat jawaban yang jelas.

“Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 02 Pematang Siantar bingung menentukan besaran pesangon yang akan diberikan kepada ibu Usnita Sinaga, maka hari ini (Selasa,19/4) kita mendatangi Dinsosnaker Kota Siantar bersama perwakilan dari SMK Muhammadiyah 02, untuk mempertanyakan hal tersebut ” terang Manalu yang diamini Ketua FGS Eastman Napitupulu.

Ketua dan Sekretaris Forum Guru Siantar (FGS), Eastman Napitupulu dan Halasson Suparjo Manalu, Pematang Siantar, Selasa 19/4/2016 (at/bataktoday)
Ketua dan Sekretaris Forum Guru Siantar (FGS), Eastman Napitupulu dan Halasson Suparjo Manalu, Pematang Siantar, Selasa 19/4/2016 (at/bataktoday)

Setelah selesai mediasi antara pihak FGS dan SMK Muhammadiyah 02, Esron Siallagan sebagai mediator dari Dinsosnaker untuk meyelesaikan kasus ini mengatakan bahwa belum ada kesepakatan kedua belah pihak tentang besaran pesangon yang harus diterima oleh Usnita Sinaga.

“Belum ada kesepakatan, namun kita sudah terangkan kepada pihak SMK Muhammadiyah 02 bahwa setiap pemberhentian hubungan kerja harus mengacu kepada UU No. 13 Tahun 2003 pasal 156 dan UU No. 14 Tahun 2005 pasal 30 dan 31. Dimana uang pesangon harus 6 kali Upah Minimum Kota (UMK). UMK Pematang Siantar sekarang Rp.1.824.250. Kalaupun upahnya selama bekerja dibawah UMK, tapi pesangonnya tetap harus mengacu kepada UMK,” terang Esron.

Esron menyampaikan menunggu hasil dari mediasi awal ini, Dinsosnaker belum dapat menindaklanjuti permasalahan ini.

“Kita akan menunggu sampai 30 hari untuk  mereka menyelesaikan perselisihan. Jika tetap belum ada kesepakatan maka Dinsosnaker akan membuat anjuran tertulis dan memberi waktu 10 hari. Selanjutnya, jika tetap tidak ada kesepakatan, maka akan dibawa ke Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial  (PPHI),“ jelas Esron lagi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua FGS Eastman Napitupulu menegaskan bahwa mereka akan tetap mendampingi Usnita sampai tuntutannya dipenuhi oleh pihak SMK Muhammadiyah 02. Ia juga juga mengajak semua guru di Pematang Siantar agar tidak ragu untuk berbagi masalah dengan Forum Guru Siantar. (AT).

Foto:

Usnita Sinaga, Guru Bahasa Inggris yang menuntut haknya dipenuhi setelah diberhentikan oleh pihak SMK Muhammadiyah 02 Jalan Merdeka, Pematang Siantar, Selasa 19/4/2016 (at/bataktoday)

  • Bagikan