Johan Simanjuntak: Sepakbola Kota Siantar Mati Suri

  • Bagikan

Pematangsiantar, Bataktoday

Pemain terbaik sekaligus top scorer di Union Cup VIII yang diselenggarakan dalam rangka HUT Kota Siantar ke-145, Johan Simanjuntak (25) mengaku prihatin melihat kondisi sepak bola di kota Siantar yang mati suri. Menurut mantan pemain Persesi (Persatuan Sepakbola Siantar) ini, pemerintah kota Siantar selama ini tidak pernah mengambil kebijakan untuk memajukan sepakbola di kota ini.

“Dulu di kota Siantar ini ada beberapa turnamen sepakbola yang rutin digelar setiap tahun, tapi sekarang tidak ada lagi yang rutin selain Union Cup. Beberapa saja turnamen itu rutin digelar untuk semua tingkatan, Sekolah Sepakbola pun akan hidup lagi,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (20/4).

Abang kandung Rico Simanjuntak (kini bermain untuk Semen Padang) ini juga mengatakan banyak talenta muda sepakbola di Siantar, yang bisa berkembang menjadi pemain profesional kalau sering mengikuti turnamen.

“Saya rutin mengikuti turnamen bermain sepak bola di luar kota. Seperti di kota Banda Aceh misalnya, di sana rutin digelar turnamen sepak bola. Pembinaan pesepakbola muda disana sangat luar biasa, berbeda dengan kota Siantar, bagaimana mau melahirkan pemain hebat kalau tunamen pun cuma ada sekali setahun,” ujarnya.

Selain itu, untuk membangkitkan sepak bola di kota Siantar, pemain yang sering menggunakan nomor punggung 9 ini juga menjelaskan pentingnya ketersediaan fasilitas olahraga sepak bolanya harus dibenahi.

“Majunya sepakbola juga harus didukung oleh ketersediaan sarananya.  Coba kita lihat, seperti Stadion Sangnawaluh, kondisi lapangan tidak terawat dan tribun penonton juga tidak layak pakai. Dari situ kelihatan bagaimana dukungan pemerintah kota Siantar untuk olahraga, khususnya sepakbola,” demikian Johan mengkritisi.

Johan Simanjuntak, membela PPKS Marihat bersama Ronald Fagundez (Uruguay) dan Julio Eduardo (Chili), dalam turnamen sepakbola Union Cup VIII 2016 (dok. johan simanjuntak)
Johan Simanjuntak, membela PPKS Marihat bersama Ronald Fagundez (Uruguay) dan Julio Eduardo (Chili), dalam turnamen sepakbola Union Cup VIII 2016 (dok. johan simanjuntak)

“Kalau orang Siantar mau maju, fasilitas olahraga harus dibenahi. Ini bukan cuma cerita prestasi, olahraga itu perlu untuk kesehatan warga, kesehatan lahir batin Bang. Kota ini pasti bersemangat kalau olahraganya hidup. Paling dekat, ya lihat contohnya Union Cup, meriah kan, orang-orang di kota ini masih cinta olahraga, apalagi sepakbola. Tapi cinta juga perlu tempat, sepakbola pun gitu Bang,” ujar Johan, mencoba berfilsafat.

Ditanya apa harapannya kepada walikota yang akan terpilih dalam pilkada tunda nanti, Johan minta agar memberikan perhatian serius untuk olahraga terutama sepakbola.

“Harapan saya kepada walikota terpilih nantinya, harus memberi perhatian untuk olahraga, terutama sepakbola di kota Siantar yang sekarang sedang mati suri. Percayalah, dengan bangkitnya sepak bola di kota Siantar, juga akan berpengaruh besar untuk menjauhkan generasi muda dari bahaya narkoba,” tutupnya. (EM)

Foto:

Johan Simanjuntak ketika bergabung dengan Gresik United di Piala TNI 2016 (dok. johan simanjuntak)

  • Bagikan