Darwin Siagian: “Lahan Pertanian Kering, Tidak Ada Lagi Izin Penebangan Hutan”

  • Bagikan

Tobasa, BatakToday

Jika penebangan hutan di Kabupaten Toba Samosir terus dibiarkan, akibatnya kawasan hutan semakin gundul. Keadaan ini sangat berpengaruh terhadap debit air untuk irigasi yang berakibat pada penurunan produksi beras petani. Untuk itu, tidak ada lagi izin penebangan hutan di Kabupaten Tobasa. Demikian disampaikan Bupati Toba Samosir Darwin Siagian di sela-sela kegiatan tanam padi varietas unggul secara simbolik di desa Lumban Bulbul Kecamatan Balige, Senin (18/4).

“Ada 1076 hektar lahan persawahan di Toba Samosir tidak bisa lagi diusahai para petani, karena ketiadaan air. Ini merupakan keprihatinan kita bersama yang belum dapat diselesaikan,” ujar Darwin.

“Puluhan tahun lalu daerah Toba dikenal sebagai daerah swasembada beras, namun akibat dari dosa dan ulah kita yang sengaja menebangi pohon dan menggundul hutan, debit air semakin hari semakin menurun,” sambungnya.

Darwin Siagian mengatakan, kekeringan lahan persawahan tersebut mengakibatkan petani tidak bisa lagi mengusahainya, sehingga secara otomatis pengasilan dan kesejahteraan masyarakat petani semakin menurun.

“Untuk itu, tidak ada lagi izin penebangan hutan di daerah ini, siapa yang menebangi hutan akan ditangkap,” seru Darwin.

Darwin Siagian bernostalgia, puluhan tahun lalu, persawahan di kawasan Toba selalu tercukupi dengan air dan petani tidak pernah mengeluhkan kekurangan air.

“Hal ini akibat dosa kita, pohon-pohon ditebangi dan hutan sudah gundul. ” sesal Darwin Siagian dihadapan puluhan warga dan rombongan dari Kementerian Pertanian.

Lahan pertanian di Tobasa kurun waktu tiga puluh tahun terakhir ini sudah banyak yang tidak diusahai lagi akibat  minimnya debit air untuk pengairan persawahan. Sebagai alternatif, Pemkab Toba Samosir di bawah kepemimpinan Bupati Darwin Siagian dan Wakil Bupati Hulman Sitorus berusaha untuk memfungsikan lahan pertanian yang kering supaya diusahai kembali dengan sistem pompa air.

Pemkab Toba Samosir telah memilih lokasi pertanian di desa Marom kecamatan Uluan dan  Desa Lumban Bulbul Kecamatan Balige sebagai pilot project mengairi persawahan dengan sistem pompa air. (AP)

Foto :

Penerapan pengairan sawah dengan sistim pompanisasi, sebagai alternatif pengganti irigasi teknis konvensional, Desa Marom, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba Samosir (Dok.bbpadi.litbang.pertanian.go.id)

  • Bagikan