Jelang May Day, Buruh Sumut Turun ke Jalan

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Ratusan massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi unjukrasa di depan kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Rabu (20/4/2016). Aksi ini dilakukan dalam menyambut hari buruh sedunia yang lazim disebut May Day pada 1 Mei 2016 mendatang.

Dalam aksinya, para buruh menilai bahwa eksploitasi buruh dan sistem kapitalisme masih terus berlangsung di Indonesia.

“Saat ini masih banyak orang yang dipekerjakan seperti budak yang seolah-olah tidak mempunyai hak melalui sistem kerja outsourcing. Hak-hak normatif mereka belum terpenuhi. Masih adanya PHK yang semena-mena dan lainnya,” kata Sekretaris DPW FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo.

Willy juga menyatakan kecewa dan prihatin pada kinerja Pemerintahan Provinsi Sumut yang tidak serius menangani sulitnya kehidupan masyarakat karena upah murah, mahalnya harga kebutuhan dasar, dan maraknya outsourcing. Para pejabat justru banyak yang terjerat kasus korupsi karena merampok uang rakyat.

“Ini menjadi indikasi kuat bahwa pejabat Pemprov Sumut tidak serius bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan buruh dan rakyat. Pejabat di Sumut hanya ingin memperkaya diri sendiri, keluarga dan kelompok masing-masing,” ungkapnya.

Untuk itu, tegas Willy, buruh menuntut pencabutan PP 78 tahun 2015 dan menaikkan UMP tahun 2017 minimal Rp 650 ribu. Ia juga meminta pemerintah agar menghentikan diskriminasi dan membebaskan 26 aktivis buruh serta aktivis sosial.

“Segera berlakukan UU Tabungan Perumahan Rakyat dengan meningkatkan kontribusi iuran dari pemerintah dan pengusaha,” tegasnya.

Para buruh juga meminta penghapusan outsourcing, dan mengangkat buruh outsourcing menjadi pekerja tetap.

Pada akhir orasinya, Willy meminta Disnakertans Kabupaten Deli Serdang dan Polda sumut untuk segera menindaklanjuti laporan buruh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk tentang pelanggaran hak normatif.

“Polda Sumut harus segera menindaklanjuti laporan buruh PT Girvi Mas terkait pemberangusan serikat, penggelapan upah dan iuran BPJS,” katanya. (AFR)

Foto: Massa buruh FSPMI saat menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Kamis (21/4/2016). (bataktoday/afr)

  • Bagikan