Warga Blak-Blakan Ungkap Praktik Pungli Lurah Sumber Jaya

  • Bagikan

Pematangsiantar, Bataktoday –

Komisi I DPRD gelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Lurah Sumber Jaya Rahmad Afandi Siregar, Jumat (22/4/2016), yang dilaporkan warga kerap melakukan pungutan liar (pungli) saat pengurusan administrasi di Kantor Lurah, diantaranya pengurusan surat keterangan kematian, surat keterangan silang sengketa tanah, bahkan pengurusan surat miskin.

RDP yang juga dihadiri warga pelapor dan camat Siantar Martoba itu berlangsung panas, karena warga secara bergantian dan blak-blakan mengungkapkan praktik pungli yang dilakukan sang lurah.

Rentina, salah satu pelapor mengungkapkan, untuk mengurus surat keterangan miskin dia dipaksa oleh lurah untuk membayar sebesar Rp. 50.000.

Lurah Sumber Jaya, Rahmad Afandi Siregar
Lurah Sumber Jaya, Rahmad Afandi Siregar

“Pada saat mengurus surat miskin, saya dipaksa bayar Rp 50.000. Uang saya tidak sebanyak itu, terpaksa saya hanya memberikan Rp 20.000 saja. Saya ini orang miskin, masa diperas seperti itu lagi,” katanya dengan nada kecewa.

Sementara Rilis Sinaga, warga lainnya  mengungkapkan, dia pernah mengurus surat penyerahan hak waris, dan sesuai perjanjian dengan Lurah Rahmad, biaya pengurusan surat hingga selesai di Kantor Camat dibebankan sebesar Rp 2 juta.

“Setelah kami tunggu selama 3 minggu ternyata suratnya belum selesai, dengan alasan biayanya kurang Rp 500 ribu, sehingga kami sendiri yang mengurus ke Kantor Camat, dan di Kantor Camat kami menambah biaya lagi,” terang Rilis.

Warga lainnya, Ilham menyampaikan keluhan senada, saat mengurus surat keterangan silang sengketa tanah.

“Saya di-pungli Lurah  sebesar Rp. 300.000 saat mengurus surat silang sengketa, tapi dia tidak mengurusnya. Malah dia mengadukan saya ke dinas terkait,” ungkap Ilham.

Saat diberi kesempatan untuk menanggapi pengaduan warga, Lurah Rahmad Afandi Siregar membantah melakukan pungli.

“Saya tidak ada melakukan pungli, dan saya siap untuk menghadirkan saksi untuk membenarkan semua ini. Jangan menuduh saya seperti ini,” jawabnya, dan langsung disambut cemooh warga yang hadir.

Selain masalah pungli, warga juga mengeluhkan lambatnya penyaluran beras miskin (raskin), dan honor RT/RW yang juga sering terlambat dibayar.

Mendengar keluhan warga, Ketua Komisi I, Nurlela Sikumbang dengan mimik berang menyesalkan perilaku Lurah Sumber Jaya yang menyalahgunakan kewenangannya untuk keuntungan pribadi.

“Seharusnya seorang lurah mengayomi masyarakatnya dengan memberikan pelayanan yang baik, bukan malah melakukan pungli. Kami dari Komisi I terus terang sangat kecewa dengan sikap bapak lurah yang melakukan pungli,” ungkap Nurlela.

Politisi PAN ini juga menyesalkan sikap Camat Siantar Martoba, Rapidin Saragih yang membiarkan lurahnya melakukan pungli.

“Bapak camat juga seharusnya tidak membiarkan hal ini terjadi, karena bapak sebagai pimpinan di kecamatan harus memantau kinerja setiap lurah yang merupakan bawahan camat,” ujarnya.

Camat Siantar Martoba, Rapidin Saragih berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kinerja lurah di Kecamatan Siantar Martoba.

Seorang warga menggerutu saat mendengar janji Camat Rapidin Saragih.

“Setali tiga uangnya kau dengan lurah itu,” celetuknya.

Usai RDP, Lurah Rahmad Afandi Siregar kepada wartawan mengatakan, samasekali tidak pernah melakukan tuduhan warganya.

“Pada saat RDP tadi saya tidak diberi waktu untuk menerangkan secara luas pertanyaan-pertanyaan warga. Terus terang saya sama sekali tidak pernah melakukan pungli terhadap warga. Saya juga menduga kedatangan mereka ke Kantor DPRD ini, ada pihak ketiga untuk mendorong saya agar mundur dari jabatan lurah,” katanya.

Sumber BatakToday di DPRD Kota Pematangsiantar menjelaskan, Komisi I belum memutuskan rekomendasi yang akan disampaikan kepada pihak Pemerintah Kota Pematangsiantar atas RDP dengan Lurah Sumber Jaya.

“Komisi I masih harus rapat lagi untuk menyusun rekomendasi,” katanya. (EM)

Foto: Seorang warga saat menjelaskan praktik pungli yang dilakukan Lurah Sumber Jaya pada rapat dengar pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kota Pematangsiantar, Jumat (22/4/2016). (EM)  

  • Bagikan