Hari Bumi: “SYLVA Bayar Utang Kepada Alam dan Nenek Moyang”

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Bumi memiliki kulit dan kulit tersebut memiliki penyakit, salah satu penyakitnya disebut manusia. Selamat Hari Bumi!” ( Friedrich Nietzsche)

Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan tanggal 22 April setiap tahunnya, dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dicanangkan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditempati manusia, yaitu bumi.

Bermotivasikan hal itu, puluhan mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Simalungun  (FP-USI) yang bergabung dalam sebuah lembaga bernama “SYLVA”, yang artinya kehutanan,  melakukan aksi membagi 2000 batang lebih bibit pohon kepada masyarakat yang melintas di persimpangan Jalan Bali–Jalan Sisingamaraja Pematang Siantar, Jumat (22/4) sekitar pukul 11.00 WIB.

Panangian Simanjuntak sebagai koordinator kegiatan ini mengatakan bahwa tujuan kegiatan membagi bibit pohon ini untuk menggugah kepedulian masyarakat kepada bumi yang kondisinya memburuk oleh perilaku manusia sendiri, serta mengajak masyarakat untuk terbiasa menanam pohon untuk penghijauan sebagai salah satu gerakan untuk menyelamatkan bumi.

Massa SYLVA saat berorasi sambil membagikan bibit pohon untuk menyambut Hari Bumi, Simpang Jalan Bali-Jalan Sisingamangaraja, Pematangsiantar, Jumat 22/4/2016 (at/bataktoday)
Massa SYLVA saat berorasi sambil membagikan bibit pohon untuk menyambut Hari Bumi, Simpang Jalan Bali-Jalan Sisingamangaraja, Pematangsiantar, Jumat 22/4/2016 (at/bataktoday)

“Untuk menggugah hati masyarakat, bagaimana bumi kita yang sekarang ini sudah mulai buruk, dan tidak seperti dulu lagi. Kita mengharapkan kepada masyarakat yang kita berikan bibit pohon, bisa membayar hutang kita pada alam dan nenek moyang kita. Sekarang oksigen yang kita hirup berasal dari pohon yang diberikan langsung oleh alam dan sebagian ditanam oleh nenek moyang kita. Dan sekarang kita membayar hutang itu,“ terang Panangian.

Bibit pohon yang dibagikan terdiri dari jenis pohon durian, mangga, alpokat, sirsak dan pucuk merah.

Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970, seorang pengajar lingkungan hidup.

PBB sendiri merayakan Hari Bumi pada tanggal 20 Maret, sebuah tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969, adalah hari dimana matahari tepat di atas khatulistiwa, yang sering disebut Ekuinoks Maret.

Kini Hari Bumi diperingati di lebih dari 175 negara dan dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi (Earth Day Network). ( AT/wikipedia).

Foto : Illustrasi Hari Bumi

  • Bagikan