Perintah Jumsadi untuk Bongkar Tenda Bazar Ilegal Kurang “Berdaya Saing Tinggi”

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Tenda dan teratak tempat bazar ilegal di sepanjang Jalan WR Supratman (depan Siantar Hotel) sampai Jalan Diponegoro (samping Gedung Juang 45) hingga Senin (25/4) pagi sekitar pukul 09.30 WIB masih tetap tegak berdiri dan belum ada tanda-tanda akan dibongkar.

Sebelumnya Penjabat Walikota Pematangsiantar Jumsadi Damanik, Minggu (24/4) dinihari, telah memerintahkan kepada Camat Siantar Barat dan Satpol PP untuk membongkar tenda dan teratak tersebut, dengan pertimbangan akan menjadikan kedua ruas jalan tersebut sebagai jalan alternatif saat Jalan Merdeka depan Balai Kota akan ditutup saat perayaaan Hari Jadi kota Siantar, yang puncak perayaannya berlangsung hari ini Senin (25/4).

Sebagian dari teratak dan tenda yang belum dibongkar hingga Senin (25/4/2016) pagi, Jalan WR Supratman(dekat simpang Jalan Diponegoro), Pematangsiantar 25/4/2016 (ajvg/bataktoday)
Sebagian dari teratak dan tenda yang belum dibongkar hingga Senin (25/4/2016) pagi, Jalan WR Supratman(dekat simpang Jalan Diponegoro), Pematangsiantar 25/4/2016 (ajvg/bataktoday)

Ketika BatakToday meliput di Jalan WR Supratman dan Jalan Diponegoro tempat bazar ilegal itu sempat dilangsungkan, Senin (25/4) sekitar pukul 08.45 WIB, terlihat Camat Siantar Barat Heryanto Siddik muncull di depan Siantar Hotel, tempat sebagian teratak dan tenda didirikan.

Ternyata kehadirannya bukan untuk melakukan atau mempersiapkan pembongkaran terhadap tenda dan teratak yang ada, melainkan untuk memimpin apel pagi yang dilaksanakan di bawah teratak yang didirikan penyelenggara bazar ilegal.

Hingga tengah hari menjelang Sidang Paripurna Istimewa DPRD sebagai puncak perayaan HUT Kota Siantar ke-145 dilangsungkan, tenda dan teratak bazar ilegal ini belum juga dibongkar seprti diperintahkan Jumsadi pada Minggu (24/4) dini hari seusai Malam Hiburan Rakyat digelar. (Baca tautan berita sebelumnya: https://bataktoday.com/jumsadi-mari-ciptakan-generasi-berdaya-saing-tinggi dan https://bataktoday.com/satpol-pp-dan-camat-abaikan-perintah-jumsadi-untuk-membongkar-bazar-ilegal )

 

Malau “Tidak Enak” Beberkan Keterlibatan Pejabat Pemko

Seusai apel yang dilangsungkan di bawah teratak seperti disebut sebelumnya, BatakToday dan jurnalis dari salah satu media cetak lokal berusaha untuk mewawancarai Heryanto. Namun oleh keterbatasan waktu seperti dikatakan Heryanto, bahwa dia masih harus menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Siantar dalam rangka HUT Kota Siantar Ke 145, akhirnya wawancara tidak jadi dilakukan.

Heryanto mengarahkan agar jurnalis melakukan wawancara dengan Lurah Proklamasi, Supratman Malau, namun Camat Siantar Barat ini memastikan bahwa tenda dan teratak tidak akan digunakan karena Distarukim sudah menyatakan kerjasamanya untuk mencegah dilangsungkannya kembali bazar ilegal, dengan tidak memberikan sambungan aliran listrik ke masing-masing tenda dan teratak di lokasi tersebut.

Lurah Proklamasi Supratman Malau ketika berbicara tentang tenda dan teratak yang sempat digunakan untuk menyelenggarakan bazar ilegal, Jalan WR Supratman (dpan Siantar Hotel), Pematangsiantar, Senin 25/4/2016, sekitar pukul 09.30 WIB (ajvg/bataktoday)
Lurah Proklamasi Supratman Malau ketika berbicara tentang tenda dan teratak yang sempat digunakan untuk menyelenggarakan bazar ilegal, Jalan WR Supratman (dpan Siantar Hotel), Pematangsiantar, Senin 25/4/2016, sekitar pukul 09.30 WIB (ajvg/bataktoday)

Lurah Proklamasi S Malau yang kemudian diwawancarai, ketika dikonfirmasi bahwa seharusnya penyelenggara bazar (ilegal) berkoordinasi dengan lurah setempat, dia mengatakan berdirinya tenda dan teratak bazar ilegal terjadi diluar keinginannya.

“Harapan saya tadinya, harus keluar dulu surat ijin dari BPPT, baru didirikan. Harus begitu, tidak boleh langsung (mendirikan)”, ujar Malau.

Ditanya apakah lurah tidak punya cara untuk bisa menghalangi pendirian tenda dan teratak, dia mengatakan sudah meminta pihak penyelenggara, yang dia sebut dengan panggilan Boru Manik, agar membongkar.

“Memang kemarin saya sempat bicara dengan ibu boru Manik itu, bahwasanya harus ada izin dulu. Dia bilang semua sudah diurus,” papar Malau.

Surat yang sebelumnya diterbitkan Kelurahan Proklamasi adalah merupakan surat keterangan yang isinya menyatakan kebenaran bahwa akan dilaksanakan bazar yang mengambil tempat di lokasi yang kemudian tenda dan teratak didirikan.

“Surat yang dikeluarkan lurah bukan izin, hanya surat keterangan untuk mengurus izin,” demikian dilanjutkannya.

“Isinya bahwa benar akan mengadakan kegiatan bazar, termasuk keterangan lokasi, mirip dengan Surat Keterangan Tidak Silang Sengketa pada pengurusan IMB. Ada surat keterangan bahwa tidak ada silang sengketa, bukan berarti bisa membangun, harus keluar dulu IMB baru bisa membangun. Ini juga aturannya seperti itu,” jelas Malau lagi.

Ketika dicecar apakah sudah melaporkan kepada pihak terkait ketika tahu tenda dan teratak didirikan, Lurah Proklamasi ini justru menerangkan bahwa dia mengkomunikasikannya dengan penyelenggara bazar, agar membongkar tenda dan teratak sesuai instruksi walikota.

Dikejar, mengapa kepada penyelenggara, bukan melaporkan kepada instansi terkait di Pemko Siantar, atau kepada camat sebagai atasannya, Malau mencoba mengelak.

“Bagaimanalah kan masyarakat ini, mereka langsung ke camat minta ijin, jadi kita percaya saja jadinya,” jawabnya pasrah.

Surat keterangan sebagai kelengkapan pengurusan izin penyelenggaraan bazar diterbitkan pada hari Jumat (22/4), sementara Sabtu dan Minggu kantor libur, Malau mengakui bahwa dia pun sadar kegiatan bazar tersebut belum mengantongi izin.

“Iya, tahu (belum ada izin). Tapi bagaimanalah, mau dibilang ga enak, kami ini kan pelayan, mereka langsung ke camat,” ujarnya berat.

Ketika BatakToday menyebut Lurah Proklamasi kecolongan oleh tenda dan teratak yang didirikan di samping Gedung Juang dan di depan Siantar Hotel, yang tadinya akan dimanfaatkan sebagai jalan alternatif saat terjadi pengalihan lalu lintas di sekitar Lapangan Adam Malik, sehingg lalu lintas terganggu pada hari Sabtu (23/4), Malau terlihat pasrah.

“Itulah, apalah yang bisa saya bilang. Apalah mau saya bicarakan, itu di luar kemampuan kami,” jawabnya tak berdaya.

Sesuai instruksi Pj Walikota kepada Camat Siantar Barat dan Satpol PP, Malau yakin tenda dan teratak akan segera dibongkar.

“Ini dipastikan akan dibongkar. Harus, sudah perintah walikota,” ujarnya.

Disinggung tentang instruksi Camat Siantar Barat saat apel pagi itu, bahwa aparatur di lingkungan Kecamatan Siantar Barat, terutama Kelurahan Proklamasi harus menjaga dan memastikan tenda dan teratak yang telah  didirikan tidak digunakan lagi untuk bazar ilegal, Malau mengamininya.

“Kami tiap hari apel sampai (masalah) ini selesai,” tuturnya.

Ketika BatakToday mengatakan dengan sedikit bercanda, bahwa teratak yang didirikan memberi manfaat, dapat dijadikan tempat apel, Lurah Proklamasi ini akhirnya bisa tertawa lepas.

Akhirnya tenda dan teratak tempat bazar ilegal mulai dibongkar pada sore hari, dan baru selesai dibongkar dan diangkut sekitar pukul 21.30 WIB. (ajvg)

Foto:

Apel pagi aparatur pemerintahan di lingkungan Kecamatan Siantar Barat di bawah teratak yang didirikan untuk bazar ilegal, dipimpin oleh Camat Siantar Barat Heryanto Siddik, Jalan WR Supratman (depan Siantar Hotel), Pematangsiantar, Senin 25/4/2016 (ajvg/bataktoday)

https://youtu.be/sSLm8BSXYL8

  • Bagikan