“Hasilkan PAD, Juru Parkir Minta Diperhatikan Pemko Siantar”

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Menuntut agar pengutipan retribusi parkir di tepi jalan tidak ditenderkan, serta meminta supaya kesejahteraannya sebagai penghasil PAD diperhatikan, sejumlah juru parkir yang bernaung di bawah Federasi Transportasi dan Angkutan Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (FTA SBSI) Unit Parkir Tepi Jalan melakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota Pematangsiantar, Selasa (26/3).

Ketua Pengurus Komisariat FTA SBSI Unit Parkir Ricard Sinaga menyampaikan tuntutan melalui orasi yang dilakukan persis di depan pintu masuk Balai Kota Siantar.

Tuntutan itu berkaitan dengan penolakan terhadap pengutipan retribusi parkir yang ditenderkan oleh Pemko Siantar kepada pengusaha. Aspirasi juru parkir juga mencakup penerapan perlindungan terhadap pekerja dengan kepesertaan BPJS Kesehatan, kelengkapan atribut resmi untuk menghindari beroperasinya juru parkir liar, dan menuntut Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Posma Sitorus dicopot dari jabatannya karena dianggap tidak menunjukkan keberpihakan pada nasib juru parkir di kota Siantar.

Sedangkan Simarmata, salah satu juru parkir “senior”, menyampaikan kekecewaannya atas sikap pemko yang tidak cukup memperhatikan nasib dan kesejahteraan juru parkir di kota ini.

“Kami bekerja untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setiap bekerja, kami selalu kena asap kendaraan, debu, dan hujan, yang sangat tidak baik bagi kesehatan. Tetapi kenapa selama ini pemerintah kota Siantar tidak pernah memperhatikan kesejahteraan kami,” ucapnya sambil mendesak agar Penjabat Walikota Jumsadi Damanik keluar menemui mereka.

Simarmata juga meminta agar pemerintah kota menertibkan juru parkir liar di kota Siantar.

“Banyak juru parkir liar di kota Siantar yang tidak menggunakan atribut resmi. Keberadaan mereka ini jelas sangat mengganggu kami juru parkir yang mempunyai atribut resmi. Kami minta kepada Penjabat Walikota agar menertibkan juru parkir liar. Itu mengganggu kerja kami, dan menjadi halangan untuk peningkatan PAD dari perparkiran,” ungkapnya.

Sekitar satu jam melakukan aksi unjuk rasa namun tidak mendapat respon, para juru parkir tampak kecewa.

Akhirnya  Kepala Kantor Satpol PP Julham Situmorang mewakili Pemko Siantar muncul untuk menyampaikan bahwa Pj Walikota sedang mengikuti rapat paripurna di kantor DPRD. Julham berjanji akan menyampaikan aspirasi para juru parkir kota Siantar kepada Pj Walikota.

Usai mendengarkan keterangan Julham, meski menunjukkan kekecewaan, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (EM)

Foto:

Aksi unjuk rasa juru parkir yang bernaung di bawah Federasi Transportasi  dan Angkutan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FTA SBSI) Unit Parkir Tepi Jalan, di depan pintu Balai Kota, Pematangsiantar, Selasa 26/4/2016 (em/bataktoday)

  • Bagikan