Pedagang Pasar Tradisional Demo, Horas dan Dwikora Lengang

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Akibat aksi unjuk rasa bersama yang dilakukan pedagang tradisional Pasar Horas dan Pasar Dwikora pada hari ini, Rabu (27/4), suasana di kedua pasar utama yang terdapat di Kota Pematangsiantar ini terlihat lengang.

Sihotang, pedagang di Pasar Horas, yang juga merupakan kordinator aksi saat diwawancarai BatakToday mengatakan tutupnya kios tersebut merupakan kesepakatan bersama para pedagang.

Suasana salah satu sudut Pasar Dwikora Parluasan, kios-kios ditutup pedagang yang melakukan aksi unjuk rasa, Pematangsiantar, Rabu 27/4/2016 (at/batktoday)
Suasana salah satu sudut Pasar Dwikora Parluasan, kios-kios ditutup pedagang yang melakukan aksi unjuk rasa, Pematangsiantar, Rabu 27/4/2016 (at/batktoday)

“Kita sudah rapat melakukan kesepakatan untuk menutup kios pada saat unjuk rasa. Mohon maaf kepada masyarakat yang ingin berbelanja. Kami juga bagian dari masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya,” ujar Sihotang.

Pedagang Pasar Horas lainnya, boru Purba, mengutarakan kesepakatan untuk menutup kios ini merupakan bentuk perlawan terhadap Penjabat Walikota Siantar Jumsadi Damanik yang menyetujui kenaikan retribusi hingga sekitar 300 persen.

“Kami para pedagang tidak terima terhadap kebijakan kenaikan retribusi ini, makanya kami sepakat untuk melakukan unjuk rasa untuk melakukan perlawanan sehingga dengan kesepakatan bersama semuanya kios ditutup,” ungkapnya.

Pedagang Pasar Dwikora Parluasan yang sebelumnya sempat membuka kios, akhirnya juga sepakat ikut menutup kios sebagai dukungan atas aksi yang dilakukan.

Menurut salah seorang pedagang Pasar Dwikora, boru Butarbutar yang baru selesai menutup kiosnya  mengatakan solidaritas ini mereka lakukan secara spontan dan tanpa unsur paksaan.

Pedagang kaki lima yang tidak memiliki kios, melakukan aktvitas seperti biasanya, di sekitar Pasar Dwikora Parluasan, Pematangsiantar, Rabu 27/4/2016 (at/bataktoday)
Pedagang kaki lima yang tidak memiliki kios, melakukan aktvitas seperti biasanya, di sekitar Pasar Dwikora Parluasan, Pematangsiantar, Rabu 27/4/2016 (at/bataktoday)

“Kami  ikut demo karena keinginan sendiri, Ito. Kami juga merasakan kenaikan retribusi  sampai 300 persen itu. Suamiku sudah duluan tadi ke sana,” terang ibu yang yang tinggal di Jalan Medan ini.

Salah seorang pembeli, Malau, saat dimintai tanggapannya saat akan berbelanja di Pasar Dwikora, mengatakan tutupnya kios ini merupakan hak para pedagang.

“Saya tadi datang ke sini mau beli baju Saya lihat kios-kios disini pada tutup semua, ada yang bilang para pedagangnya demo. Itu hak mereka sebagai warga negara yang juga ingin menyampaikan aspirasinya,” ujarnya.

Pantauan BatakToday di Pasar Dwikora Parluasan, pedagang yang ikut demo didominasi oleh para pedagang yang memiliki kios di dalam pasar. Sementara pedagang kaki lima yang tidak memiliki kios tetap  melakukan aktivitas mereka seperti biasa. (EM/AT).

 

Foto:

Kios di Pasar Horas ditinggal pergi pedagang untuk melakukan aksi unjuk rasa, Pematangsiantar, Rabu 27/4/2016 (em/bataktoday)

  • Bagikan