Jumsadi “Kabur”, Pedagang Duduki Balai Kota Siantar

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Seusai melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Siantar, para pedagang tradisional Pasar Horas dan Pasar Dwikora yang bergabung dalam Aliansi Pedagang Pasar Tradisional Kota Siantar melanjutkan aksinya ke Balai Kota Pematangsiantar, di hari yang sama Rabu (27/4), menjelang tengah hari.

Dengan maksud menyampaikan aspirasinya kepada pimpinan tertinggi Pemko Siantar, para pendemo berorasi persis di depan pintu masuk Balai Kota di Jalan Merdeka.

Koordinator aksi Agus Butarbutar, dalam orasinya meminta Penjabat Walikota Jumsadi Damanik untuk mundur, karena dinilai tidak kapabel memimpin Kota Pematangsiantar.

Juga disinggung tentang dugaan persekongkolan Jumsadi dengan Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya, Setia Siagian, dalam kenaikan retribusi pasar yang akan dikenakan kepada pedagang dianggap tidak tepat.

Salah satu pedagang yang berhasil menerobos ke dalam Balai Kota Siantar dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Pedagang Tradisional Kota Siantar, Pematangsiantar, Rabu 27/4/2016 (at/bataktoday)
Salah satu pedagang yang berhasil menerobos ke dalam Balai Kota Siantar Kota Siantar, Rabu 27/4/2016 (at/bataktoday)

Lebih satu jam para pedagang silih berganti menyampaikan orasinya, sekaligus meminta Pj Walikota maupun perwakilan Pemko Siantar untuk berdialog dengan pedagang. Namun, sangat disayangkan, tak satu pun petinggi Kota Siantar yang muncul untuk berdialog dengan para pedagang.

Kepala Kantor Satpol PP Julham Situmorang yang kemudian muncul untuk mencoba bernegosiasi, dianggap para pedagang tidak memadai kapasitasnya untuk jberunding dengan para pendemo.

Alhasil keadaan ini membuat massa menjadi berang, Julham pun menjadi bulan-bulanan para demonstran.

“Jangan dipikir orang ini kita orang bodoh, masa satpol PP disuruh ngomong sama kita. Apa sanggup rupanya dia (Julham Situmorang, -red.) menjawab semua tuntutan kita? Kita mau ketemu Pj.Walikota, Sekda atau Asisten, bukan Kakan Satpol PP, menggusurnya taunya orang ini ” teriak Agus Butarbutar yang disambut teriakan para demonstran.

Kesal dengan sikap para pejabat kota Pematang Siantar tidak menggubris kedatangan mereka, Agus pun mulai menyerukan untuk melakukan sweeping ke dalam Balai Kota.

Aksi dorong mendorong antara pedagang dengan personil Satpol PP dan Polwan yang berjaga di depan pintu Balai Kota tak terelakkan. Ibu-Ibu pedagang yang menjadi barisan depan para pedagang untuk menerobos barikade, berhasil menembus penjagaan Satpol PP dan Polwan.

Pintu Balai Kota terbuka lebar, ratusan pedagang langsung memasuki untuk melakukan sweeping mencari Pj Walikota dan Sekda, namun sayang tidak satupun yang mereka cari berada di tempat.

Setelah sekitar 15 menit “menduduki” Balai Kota, massa pun keluar dari gedung dan bergabung dengan para demonstran lainnya, lalu melakukan aksi teaterikal yang menceritakan bagaimana korupnya pemimpin kota Pematang Siantar.

Amatan BatakToday, sampai pukul 17.00 WIB, massa Aliansi Pedagang Pasar Tradisional masih bertahan di depan kantor Walikota menunggu perwakilan dari Pemko Pematangsiantar menemui mereka sambil menyanyikan dan mendengarkan lagu-lagu perjuangan. (AT).

Foto :

Massa Aliansi Pedagang Tradisional Kota Siantar sesaat setelah melakukan sweeping mencari Pj Walikota atau petinggi lainnya di dalam Balai Kota Siantar, Pematangsiantar, Rabu 27/4/2016 (at/bataktoday)

https://youtu.be/wP8EeYWIUSc

  • Bagikan