Abaikan Aspirasi Pedagang, Jumsadi Teken SK Kenaikan Retribusi Pasar

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday –

Meskipun ribuan pedagang Pasar Horas dan Dwikora telah menggelar dua kali unjuk rasa penolakan kenaikan tarif retribusi pelayanan pasar sebesar 300 persen di Kantor DPRD dan Balai Kota Pematangsiantar beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar mengabaikan aspirasi mereka. Dalam waktu dekat, kenaikan tarif akan diberlakukan dan tidak ada pengurangan kenaikan dari usulan manajemen PD Pasar Horas Jaya.

“SK kenaikan retribusi PD Pasar Horas Jaya sudah saya tandatangani. Dengan naiknya retribusi ini, nanti kita akan memberikan pelayanan yang terbaik di PD Pasar Horas Jaya,” ujar Pj Walikota Jumsadi Damanik kepada wartawan usai melantik Direktur Teknik PDAM Tirtauli di Kantor PDAM Jalan Porsea Pematangsiantar.

Menurut Jumsadi, selain untuk tujuan peningkatan pelayanan, kebijakan pemerintah kota menaikkan retribusi juga untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai. Dengan peningkatan kesejahteraan, menurutnya akan mendorong  pegawai di PD Pasar Horas Jaya lebih efektif dalam bekerja memberikan pelayana terbaik.

Ditanya mengenai unjukrasa penolakan kenaikan tarif yang digelar pedagang beberapa waktu lalu, Jumsadi mengatakan sangat mengapresiasi sikap pedagang. Menururtnya, aksi unjuk rasa yang dilakukan para pedagang tradisional akan membuka pikiran para pejabat pemerintah kota untuk mengeluarkan kebijakan yang membangun di pasar tradisional.

“Jadi kebijakan menaikkan retribusi ini untuk kebaikan bersama. Kalau ada persolalan indikasi korupsi di PD Pasar silahkan dilaporkan, karena juga merupakan suatu dorongan juga bagi pejabat-pejabat Pemerintah Kota Siantar dalam bekerja,” ungkapnya tanpa merinci lebih lanjut dorongan yang dimaksudkannya.

Untuk diketahui, ribuan pedagang tradisional Pasar Horas dan Dwikora yang bergabung dalam Aliansi Pedagang Tradisional Pematangsiantar telah dua kali menggelar demo penolakan kenaikan tariff retribusi pelayanan pasar sebesar 300 persen. Demo terakhir pada Rabu (27/4/2016) lalu, pedagang menduduki Balai Kota karena walikota tidak berada di tempat dan tak satupun pejabat yang menerima aspirasi pedagang.

Pada hari yang sama, pedagang juga melaporkan dugaan korupsi manajemen PD Pasar Horas Jaya ke Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, dan diterima langsung oleh Kajari M Masril.

Menurut berbagai pihak, dua kali demo pedagang tradisional tersebut adalah unjuk rasa terbesar yang pernah terjadi di Kota Pematangsiantar. (EM/ajvg)

Foto: Pj Walikota Jumsadi Damanik saat memberikan penjelasaan kenaikan tarif retribusi pasar di Kantor PDAM Tirtauli Jalan Porsea Pematangsiantar, Senin (2/5/2016) usai melantik Direktur Teknik perusahaan daerah tersebut. (bataktoday/em)

  • Bagikan