Darwin Siagian: “Bentuk Kelas Unggulan di Setiap Sekolah”

  • Bagikan

Tobasa, Batak Today

Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2016, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian menyampaikan harapan kepada seluruh sekolah untuk membentuk kelas unggulan, Senin (2/5).

Darwin menyebut keberhasilan siswa-siswi tamatan SMP untuk lolos seleksi penerimaan siswa baru di SMA Del dan Asrama Yayasan Soposurung yang bekerjasama dengan SMA Negeri 2 Balige sebagai salah satu indikator lokal dari kualitas pendidikan di Tobasa.

“Mari mengukir prestasi melalui pendidikan. Saya menghimbau dan meminta seluruh Kepala Sekolah untuk membentuk kelas unggulan di sekolah masing-masing. Ini salah satu langkah yang harus kita lakukan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di daerah kita ini, karena siswa akan berkompetisi. Dengan demikian nanti siswa-siswi kita dapat mendominasi saat penerimaan siswa untuk masuk SMA Del Laguboti dan Asrama Yayasan Soposurung yang bekerjasama dengan SMA Negeri 2 Balige,” ujar Darwin Siagian.

Bupati Darwin Siagian yang baru menjabat sekitar dua bulan ini juga mengultimatum seluruh stakeholder untuk menggunakan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) sesuai Juknis.

“Kepala sekolah harus menggunakan dana BOS sesuai Juknis dan kebutuhan sekolah,” sebut Darwin Siagian pada kata sambutannya dalam upacara Hardiknas di Lapangan Sisingamangaraja XII Balige.

“Mari sama-sama fokus untuk mencerdaskan anak-anak didik kita. Saya juga meminta kepada kepala sekolah agar terbuka kepada guru, sehingga tercipta sinkronisasi untuk sama-sama berkarya dan berinovasi demi kemajuan siswa-siswi kita,” ujar Darwin lagi dalam arahannya.

Dia juga menyinggung agar jangan ada pemotongan terhadap dana BOS, dan untuk tidak menuruti kemauan pihak-pihak yang memperjualbelikan foto bupati dan wakil bupati yang mendatangi sekolah-sekolah di Tobasa.

Sebelumnya, terlebih dahulu telah dibacakan kata sambutan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dalam menyambut Hardiknas 2016.

Disebutkan dalam sambutan Mendukbud, bahwa Hardiknas dirayakan sebagai hari kesadaran akan pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia. Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa, karena mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera.

Mendikbud juga menyampaikan harapannya agar dukungan penuh diberikan kepada anak untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang dihadapannya. Salah satu dukungan yang perlu diberikan, menurutnya adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jaman.

“Keterampilan yang dibutuhkan anak-anak Indonesia di abad 21, mencakup 3 komponen, yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi,” demikian disampaikan Mendikbud dalam sambutan yang dibacakan.

Pertunjukan Tortor dalam perayaan Hardiknas Tobasa 2016, Lapangan Sisingamangaraja XII, Balige, Senin 2/5/2016 (ap/bataktoday)
Pertunjukan Tortor dalam perayaan Hardiknas Tobasa 2016, Lapangan Sisingamangaraja XII, Balige, Senin 2/5/2016 (ap/bataktoday)

Pada kesempatan itu, Darwin Siagian dan wakilnya Hulman Sitorus, Sekdakab, serta Kepala Badan Kepegawaian Daerah, secara simbolik menyerahkan Satyalencana kepada 30 dari 422 pegawai struktural dan fungsional yang sudah mengabdi selama 30, 20 dan 10 tahun di bidang pendidikan.

“Kepada para penerima satyalencana, diminta terus berkarya dan berinovasi untuk bangsa dan negara, mudah-mudahan kepada PNS yang belum mendapat penghargaan juga tetap semangat,” tandas Darwin.

Pada perayaan Hardiknas kali ini, panitia menyuguhkan pertunjukan Tortor, Marching Band dari siswa SMP Bona Pasogit Sejahtera Parmaksian, dancer dari SMA N 2 Balige, tarian asal Papua dari SMA Unggul Del Laguboti, serta atraksi beladiri dari Perguruan Kungfu Naga Sakti.

Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan bantuan hibah buku bacaan berjenjang dari USAID Prioritas secara simbolik kepada 32 dari 126 Sekolah SD. Pihak USAID, Anwar Situmorang, mengatakan setiap sekolah mendapat 1 paket yang terdiri dari 612 eksamplar buku bacaan.

Selain itu juga diadakan penyerahan piagam penghargaan dan pemberian dana pembinaan kepada juara-juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Lomba Kompetisi Sekolah (LKS). 5 peserta Olimpiade Sains Tingkat Nasional di Palembang, masing-masing 2 siswa/i SMAN 2 Balige, 1 SMA Unggul Del, dan 2 siswa SDN.

Pada upacara Hardiknas Tobasa kali ini, terlihat nuansa budaya Batak melalui busana para hadirin. Para pejabat, kepala sekolah, guru-guru dan siswa/siswi yang hadir, memakai ulos sebagai kelengkapan busana yang digunakan.

Perlu diingat, pada awal masa pemerintahannya Darwin Siagian dan wakilnya Hulman Sitorus menunjukkan gambaran atas perhatiannya terhadap dunia pendidikan. Dari sekian banyak SKPD, pertemuan pertama yang dilakukan adalah dengan  Kadis Pendidikan, untuk meminta penjelasan dan keterangan tentang perkembangan pendidikan di Tobasa. (AP)

Foto:

Bupati dan Wakil Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian dan Hulman Sitorus, serta hadirin lainnya terlihat menggunakan ulos dalam perayaan Hari Pendidikan Nasional di Tobasa, Lapangan Sisingamangaraja XII, Balige, Senin 2/5/2016 (ap/bataktoday)

  • Bagikan