Mahasiswa Pembunuh Dosen UMSU Dipecat

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Rektorat Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memecat Roymardo Sah Siregar (21), pelaku pembunuhan terhadap dosennya Hj Nurain Lubis pada Senin (2/5/2016) kemarin.

Pemecatan ini dilakukan karena tindakan pelaku dinilai sangat tidak manusiawi, terlebih korbannya adalah dosennya sendiri.

“Pihak rektorat sudah membuat keputusan untuk memecat pelaku dari kampus. Pemecatan sudah pantas kita lakukan terhadap pelaku,” kata Kepala Humas UMSU, Ribut Priadi, Selasa (3/5/2016).

Pihak rektorat juga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

“Kita terus berkoordinasi dengan polisi untuk menyelidiki kasus itu hingga tuntas, termasuk mengungkap motifnya,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini Berdasarkan pemeriksaan diketahui pelaku menikam leher korban hingga 10 kali.

“Hasil visum menyatakan pelaku menikam korban 10 kali di bagian leher,” kata Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto.

Selain itu, terdapat 3 luka sayatan di lengan kiri Nurain. Ditemukan pula luka di jari telunjuk kiri dan kelingking kiri korban. Diduga korban sempat mencoba menangkis tikaman pisau pelaku.

“Juga ada luka di dahi, diduga karena korban meronta,” ungkap Mardiaz.

Tidak Cerminkan Perilaku Seorang Mahasiswa

Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Medan (Unimed), Mutsyuhito Solin mengatakan, tindakan Roymardo dinilai tidak mencerminkan perilaku mahasiswa.

Seharusnya sebagai mahasiswa yang memiliki pendidikan dan intelektual lebih tinggi dari masyarakat awam, peristiwa seperti ini tidak akan terjadi.

“Tindakan yang dilakukan Roymardo menandakan yang bersangkutan bukan seseorang yang cerdas baik secara intelektual maupun emosi,” katanya.

Solin mengatakan, tindakan Raymond dapat terlihat ketika ia tanpa berfikir panjang melakukan penganiayaan hingga menewaskan dosennya sendiri.

“Jika motif pelaku dilatarbelakangi persoalan skripsi yang belum mendapat respon, seharusnya dilakukan komunikasi dengan dekan ataupun ketua jurusan untuk meminta pergantian dosen pembimbing, bukan dengan cara-cara kekerasan seperti itu,” ungkapnya.

Solin menambahkan, seharusnya setiap mahasiswa paham akan orientasinya selama menjalani masa perkuliahan hingga skripsi.

“Jika dilihat dari apa yang dilakukan pelaku, berarti ia dapat disebut seseorang yang kurang cerdas,” katanya. (AFR)

Foto: Roymando Sah Siregar, pelaku pembunuhan Nuraiani Lubis, dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) saat diamankan dari amukan mahasiswa di Kampus UMSU Jalan Mukhtar Basri Medan, Senin (2/5/2016). (bataktoday/afr)

  • Bagikan