Tengku Erry: Alih Fungsi Lahan Ancaman terhadap Kedaulatan Pangan

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Dalam upaya menekan alih fungsi lahan pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menggagas Perda Nomor 3 tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Perda ini bertujuan melindungi lahan pertanian tanaman pangan secara berkelanjutan sehingga terwujud kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan, melindungi kepemilikan petani atas lahan pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, mempertahankan keseimbangan ekologis, dan mewujudkan revitalisasi pertanian.

Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dalam pertemuan dengan Komisi IV DPR RI di Kantor Gubernur Sumut, Senin (2/5/2016).

Pertemuan digelar dalam rangka reses Komisi IV DPR RI masa persidangan ke IV, membahas berbagai persoalan bidang pertanian, kelautan, perikanan, kehutanan dan lingkungan hidup.

“Alih fungsi lahan pertanian merupakan ancaman terhadap pencapaian ketahanan dan kedaulatan pangan. Konversi lahan pertanian berdampak pada menyempitnya lahan pertanian serta menurunnya kesejahteraan petani,” ujar Erry.

Erry menambahkan, pada lampiran perda dirinci tentang 433.464, 63 ha lahan pertanian yang akan dilindungi yang terdiri dari lahan sawah 398.913,22 ha dan lahan cadangan 34.551,41 ha.

Diungkapkan, Sumatera Utara merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Berdasarkan angka sementara (asem) tahun 2015 Sumut menududkui posisi ke-6 untuk komoditas padi dengan produksi 4 juta ton. Sementara itu untuk periode yang sama, untuk komoditas jagung Sumut berada pada peringkat ke-4 nasional dengan produksi 1,5 juta ton,  kacang hijau peringkat ke-7 dengan produksi 3 ribu ton, ubi kayu peringkat ke-5l dengan produksi sebesar 1,6 juta ton, dan ubi jalar di peringkat ke-6 dengan produksi sebesar 122 ribu ton.

Lebih jauh dijelaskan, pada periode tanam Oktober 2015-September 2016 Sumut menargetkan tanam padi seluas 830.700 ha, dimana target Oktober 2015-Maret 2016 seluas 418.496 ha. Sampai dengan saat ini telah tercapai realisasi tanam padi seluas 439.557 ha  atau 105,04 persen dari target. Saat ini produktivitas padi Sumut sebesar 51,75 kwintal per ha.

“Semoga kunjungan hari ini dapat memberi gambaran yang lengkap dan utuh terkait bidang kerja Komisi IV. Saya berharap melalui masukan dan gambaran ini, bisa menjadi pemantapan dan penyempurnaan yang mendukung lahirnya kebijakan pembangunan di bidang terkait,” harap Erry.

Erry menegaskan, Pemprov Sumut memiliki komitmen yang kuat dalam membangun sektor pertanian, kelautan, perikanan, kehutanan dan lingkungan hidup.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi IV Edhy Prabowo menjelaskan pihaknya sebelumnya mengunjungi karantina perikanan dan kelautan serta memantau kondisi hutan mangrove di Belawan.

“Esok akan dilaksanakan pertemuan denga Perum Bulog,” ujarnya.

Prabowo mengatakan, Sumut merupakan provinsi yang menjadi barometer bagi provinsi lainnya di Pulau Sumatera. Dengan kekayaan alam dan potensi yang ada, dia berharap Sumut jangan sampai tertinggal dari provinsi lainnya.

Hadir pada pertemuan, Wakil Ketua Komisi IV Siti Hediati (Titiek) Soeharto beserta anggota lainnya, yakni Sudin (PDIP), H M Dardiansyah, Rahmad Handoyo (PDIP), Azhar Romli (FP Golkar), Ichsan Firdaus (FP Golkar), Delia Pratiwi (FP Golkar),  KRT Darori Wonodipuro (F Gerindra), Luther Kombong, H Guntur Sasono (FP Demokrat), Indra Chunda Thita Syahrul (FP PAN), Eko Hendro Purnomo, Andi Akmal Pasaluddin (PKS), H Fadly Nursal (PPP), dan H Hamdani (Nasdem).

Pertemuan juga diikuti pimpinan SKPD Pemprov Sumut terkait, Kementeraian Pertanian, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikaan, Perum Bulog, PT Sang Hyang Seri, PT Pertani, PT Berdikari, dan PT Pupuk Indonesia Holding Company.(AFR)

Foto: Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati (Titiek) Soeharto saat bertukar cinderamata dengan Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi pada pertemuan dalam rangka reses Komisi IV DPR RI di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (2/5/2016). (bataktoday/afr)

  • Bagikan