Dikutip Rp 2 Juta per Orang, Ijazah Kejar Paket C di Humbahas 2 Tahun Tak Kunjung Selesai

  • Bagikan

Dolok Sanggul, BatakToday –

Meski sesuai aturan tidak dikenakan biaya, namun kenyataannya dalam pengurusan ijazah Kejar Paket-C Tahun Pelajaran (TP) 2013/2014 di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dikenakan biaya Rp 2-3 juta per orang. Anehnya, dua tahun berlalu ijazah tak kunjung diterima peserta didik, sehingga tidak dapat melanjut ke pendidikan tinggi.

“Saya sudah menyetorkan Rp 2 juta untuk mengurus Ijazah. Tidak hanya itu, rekan saya juga ada yang menyetor Rp 3 juta.  Namun hingga kini, modal yang akan saya pakai melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi itu belum keluar dari Dinas Pendidikan Kabupaten Humbahas,” ujar seorang peserta didik Kejar Paket C TP 2013/2014 yang enggan disebut namanya, kepada BatakToday di Dolok Sanggul, Selasa (3/5/2016).

Pria usia 23 tahun itu menngungkapkan, ijazah yang tak kunjung terbit mengakibatkan niatnya untuk melanjut ke perguruan tinggi tertunda hingga 2 tahun.

“Saya tidak tahu masalahnya nyangkut dimana.  Kalau sekedar beli tinta untuk neken (tanda tangan-red) ijazah, saya kira uang yang saya setorkan sudah lebih dari cukup,” keluhnya.

Dijelaskan, dia mengikuti program Kejar Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Desa Sosorgonting, Kecamatan Dolok Sanggul, dengan peserta sebanyak 70 orang dengan latar belakang yang berbeda.

Terpisah, Aida Pakpahan, salahsatu pengelola PKBM di Kecamatan Parlilitan kepada wartawan membantah adanya kutipan dalam pengurusan ijazah peserta didik Kejar Paket C.

“Kita tidak ada membebankan biaya dalam pengurusan ijazah kepada peserta didik. Sampai saat ini saya tidak ada menerima uang dari peserta. Kalau mau ambil ijazah, mereka kita arahkan ke Disdik sebab yang berwenang meneken ijazah adalah Pak Kadis,” terangnya melalui telepon selulernya.

Menurut istri Camat Parlilitan itu, wajar saja jika ada diantara peserta yang dengan sukarela memberikan uang terimakasih.

“Namun pada dasarnya motivasi kita, mereka yang putus sekolah dapat belajar dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Sementara, Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Humbahas, Clara Rajagukguk, kepada wartawan menjelaskan, lambatnya pemberian ijazah Kejar Paket C disebabkan keterlambatan PKBM memberikan data administrasi dan dokumen ijazah.

“Ijazah paket C itu ditulis oleh PKBM yang bersangkutan. Kadis hanya menandatangani. Dari tiga kelompok PKBM kejar Paket C di Humbahas, belum semua menyerahkan data administrasi,” kilahnya.

Pengakuan Clara, pihaknya terus melakukan koordinasi ke masing-masing lembaga PKBM pengelola Kejar Paket C agar dokumen ijazah segera disampaikan ke Disdik. (FT)

  • Bagikan