Indeks Kualitas Lingkungan di Kawasan Danau Toba Terus Menurun, LSM Prihatin

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Lembaga Save Lake Toba Foundation (SLTF) turut prihatin atas kejadian di Haranggaol, Simalungun. Seperti diberitakan berbagai media, ratusan ton ikan mati mendadak di perairan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, diduga akibat kekurangan oksigen.

“Jika ikan-ikan yang sudah mati tidak segera diangkut dari Danau Toba, dapat menjadi sumber penyakit, baik bagi manusia maupun ikan lainnya yang masih bertahan hidup” ujar Hanson Munthe, Sekretaris Jenderal Save Lake Toba Foundation.

Pada release yang diterima redaksi BatakToday, Selasa (10/5), Hanson menyebutkan penurunan kualitas lingkungan Kawasan Danau Toba terus berlangsung. Data yang dikeluarkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumatera Utara pada tahun 2012 kualitas air, udara, dan tutupan lahan mencapai Indeks 60,75. Indeks ini turun 13,73 poin (18,4 %) dari IKLH tahun 2011 yang berada pada indeks 74,5.

Salah satu upaya mempertahankan Indeks Kualitas Lingkungan adalah meminimalisir keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA). Mengurangi pencemaran lingkungan baik dari rumahtangga maupun industri perhotelan, atau usaha lainnya yang berada di Kawasan Danau Toba yang berpotensi menambah pencemaran.

Hanson juga  berharap, agar semua pihak dapat berpartisipasi membersihkan Danau Toba, baik pemilik Keramba Jaring Apung (KJA), maupun pemerintah, karena ini merupakan bencana. (rel)

Foto:

Masyarakat Petani Kolam Jaring Apung Haranggaol melakukan pembersihan danau dan keramba dari bangkai ikan yang mati dalam jumlah besar (sumber: darma purba/fb)

  • Bagikan