Pemko Siantar Bongkar Kok Tong “Terrace”, Bangunan Lain Menyusul?

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Tim pembongkaran bangunan yang melanggar peraturan di kota Pematangsiantar “mengayunkan palu pertama” dengan membongkar bangunan tambahan kedai kopi Kok Tong yang melanggar peraturan tentang bangunan, Rabu (11/5).

Seperti diketahui sebelumnya pegusaha kedai kopi Kok Tong Jalan Cipto, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, telah melewati garis sempadan bangunan yang diatur dalam Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2003 Tentang Retribusi Advis Planning.

Pembongkaran yang dilakukan pada hari Rabu (11/5), mulai sekitar pukul 09.00 WIB pagi ini, sempat mendapat perlawanan dari Amin, pemilik Kok Tong. Namun setelah tim pembongkaran melalui ketua tim pembongkaran bangunan yang melanggar peraturan daerah, Arifin Sinaga menunjukkan surat perintah pembongkaran, Amin Kok Tong akhirnya pasrah teras warung kopi itu dibongkar.

Usai pembongkaran, ketua tim pembongkaran bangunan yang melanggar peraturan daerah, Arifin Sinaga saat diwawancarai wartawan mengatakan tujuan di bongkarnya bangunan Kok Tong ini untuk menegakkan peraturan daerah di kota Pematangsiantar.

“Kita sudah memberikan surat peringatan teguran  kepada pengusaha sebanyak tiga kali, tapi pengusaha mengabaikannya, sehingga kita mengambil sikap untuk langsung melakukan pembongkaran warung kopi Kok Tong ini,” ucap Arifin.

Kasi Ops Satpol PP ini menambahkan pembongkaran Kok Tong merupakan agenda pertama tim pembongkaran bangunan yang melanggar aturan di kota Siantar. Dia mengungkapkan setelah Kok Tong, masih ada bangunan yang melanggar peraturan di kota Siantar yang direncanakan segera dibongkar.

“Bukan hanya Kok Tong ini saja yang akan kita bongkar, tapi semua bangunan sesuai dengan temuan kita di lapangan jika melanggar peraturan daerah akan kita dibongkar,” ungkap Arifin.

Terpisah, Ir Lambok Sitanggang, dari Institute for Regional Development (InReD) yang dihubungi via sambungan telepon, menyatakan apresiasinya atas pelaksanaan pembongkaran tersebut. Namun Lambok juga menyebutkan agar Pemko Siantar tidak tebang pilih.

“Langkah awal yang bagus, meski terkesan tebang pilih. Banyak bangunan di kota Siantar yang melanggar peraturan perundang-undangan. Mudah-mudahan, kalau pemko berani membongkar bangunan lain, misalnya Hotel Horison di Jalan Medan, dan hotel yang sedang dibangun di Jalan Parapat, Simarimbun, saya angkat dua jempol. Tabereng ma jo (kita lihatlah dulu),” ujar Lambok tertawa di ujung telepon. (EM/ajvg)

Foto:

Pembongkaran teras kedai kopi Kok Tong Jalan Cipto oleh Tim Pembongkaran Bangunan Pelanggar Perda Kota Siantar, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Rabu 11/5/2016 (em/bataktoday)

  • Bagikan