Corat-Coret Usai UN ala SMP Negeri 2 Siantar

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Berbeda dengan siswa sekolah lain yang melakukan aksi corat-coret pakaian usai pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada Kamis (12/5/2016) siang, siswa-siswi SMP Negeri 2 Pematangsiantar memilih melakukan aksi corat-coret pada kain putih ukuran 1×10 meter yang telah disiapkan di dua lokasi di lapangan sekolah, lengkap dengan spidol dan pilox.

Uniknya, atas arahan Kepala Sekolah Jekson Gultom, masing-masing siswa/i juga telah membawa kemeja seragam sekolah dan buku-buku pelajaran untuk disumbangkan kepada adik-adik kelas yang kurang mampu, dan sisanya akan disumbangkan ke panti asuhan.

Siswa-siswi SMP Negeri 2 Pematangsiantar melakukan aksi corat-coret pada kain putih ukuran 1x10 meter yang telah disiapkan di dua lokasi di lapangan sekolah, Kamis (12/5/2016) siang, usai pelaksanaan Ujian Nasional. (bataktoday/at)
Siswa-siswi SMP Negeri 2 Pematangsiantar melakukan aksi corat-coret pada kain putih ukuran 1×10 meter yang telah disiapkan di dua lokasi di lapangan sekolah, Kamis (12/5/2016) siang, usai pelaksanaan Ujian Nasional. (bataktoday/at)

“Baju-baju yang dikumpulkan tadi akan disumbangkan kepada adik-adik kelas 1 dan kelas 2, dan lebihnya akan kita serahkan ke panti asuhan yang membutuhkan,“ jelas Jekson.

Diawali dengan pengarahan dan pengumpulan baju serta buku-buku pelajaran, Jekson pun mempersilahkan anak didiknya untuk mulai melakukan aksi corat coret.

Modifikasi aksi corat-coret yang diinsiasi pihak sekolah itu ternyata tidak mengurangi ruang ekspresi kegembiraan siswa-siswi yang baru saja mengakhiri masa pendidikan dasar itu. Para siswa/i tampak senang dan semangat untuk membubuhkan tanda tangan serta menyemprotkan pilox di atas kain putih yang telah disediakan dan dilanjutkan dengan aksi selfie di depan tanda tangan yang mereka bubuhkan.

Yoga Tragia, salah satu siswa mengatakan senang dengan kegiatan corat-coret itu, karena bisa dilakukan bersama oleh seluruh siswa, dan berjanji tidak akan melakukan corat coret di luar sekolah.

“Katanya corat coret itu nggak zaman, makanya dibuat di sekolah. Kita senang juga sih, karena bisa rame-rame. Nyoret-nyoretnya tidak satu satu kelas lagi, sudah satu sekolah,“ katanya dengan wajah sumringah. (AT)

Foto: Sekelompok siswi SMP Negeri 2 Pematangsiantar berpose bersama saat pengumpulan kemeja seragam sekolah yang akan disumbangkan kepada adik-adik kelas dan panti asuhan. (bataktoday/at)

  • Bagikan