Dosmar Perintahkan Moratorium Penerbitan Izin Kafe Hiburan Malam di Humbahas

  • Bagikan

Dolok Sanggul, Bataktoday-

Atas perintah Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Kantor Palayanan Perizinan Terpadu (KP2T) Humbahas melakukan moratorium penerbitan izin pembukaan kafe tempat hiburan malam di daerah ini. Kebijakan yang diambil bupati tersebut mengatasnamakan tugas dan tanggungjawab pemerintahan daerah untuk memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat, serta secara lebih spesifik lagi bertujuan mencegah meluasnya peredaran narkoba, prostitusi dan minuman keras (miras) di Humbahas. Demikian disampaikan Kepala KP2T Humbahas Drs Jamilin Purba kepada Bataktoday di ruang kerjanya, Rabu (11/5).

Selain rawan menjadi tempat peredaran narkoba, prostitusi dan miras, alasan lain dari moratorium penerbitan izin ini disebabkan oleh tempat hiburan malam dinilai bertentangan dengan norma-norma adat dalam masyarakat Humbang Hasundutan.

“Saat ini kita tidak bisa memberikan pelayanan izin kafe hiburan malam. Hal itu ditegaskan bupati dalam surat tertulis kepada KP2T. Sebab keberadaan kafe hiburan malam dalam prakteknya berpotensi jadi tempat peredaran narkoba, prostitusi dan meluasnya peredaran minuman keras, serta sangat bertentangan dengan norma-norma adat di Humbang Hasundutan ini,” jelas Jamilin.

Jamilin menambahkan bahwa untuk kafe hiburan malam yang sebelumnya telah berdiri setelah memperoleh izin, akan terus dimonitor dan diawasi instansi terkait.

“Untuk kafe hiburan malam yang sudah ada sebelum kebijakan ini tidak serta-merta dicabut izinnya. Kita (maksudnya KP2T, -red.) bersama instansi terkait akan mengintensifkan monitoring dan pengawasan. Jika ditemukan melanggar peraturan maka ijinya akan dievaluasi hingga pencabutan,” tegasnya.

Mantan kepala BKD Pemkab Taput itu memaparkan, bahwa sekarang ini di Humbahas terdapat 3 kafe tempat hiburan malam, yaitu di Kecamatan Dolok Sanggul. Ketiga kafe itu sudah beroperasi dan mengantongi izin sebelum adanya kebijakan bupati untuk melakukan moratorium.

Terpisah, anggota DPRD Humbahas, Saut Nainggolan saat dimintai tanggapannya, mengatakan dukungannya atas kebijakan pemerintah, demi mencegah dampak buruk yang mungkin ditimbulkan kafe tempat hiburan malam. Dalam penerbitan izin untuk kafe hiburan malam, Saut menyarankan agar pemerintah mengkaji sisi negatif dan positifnya.

“Jika sisi negatif cenderung merusak atau merugikan masyarakat banyak, maka pemerintah perlu mempertimbangkan lebih jauh sebelum penerbitan izin,” katanya.

Politisi PKB itu mencontohkan, akibat pengaruh miras dan narkoba, bukan tidak jarang timbul penyakit masyarakat (pekat) atau tindak kriminal di Humbahas.

“Untuk mencegah pekat akibat peredaran narkoba, miras dan prostitusi khususnya di Humbahas, pemerintah bersama instansi terkait tidak boleh lengah. Pemerintah juga harus melakukan pengawasan secara bekesinambungan,” pungkas Saut. (FT)

Foto:

Drs Jamilin Purba, Kepala Kantor Palayanan Perijinan Terpadu (KP2T) Kabupaten Humbahas (dok. humbanghasundutankab.go.id)

  • Bagikan