Jelajahi Kecamatan Parmonangan, Bupati Nikson Tidur dengan Warga Desa

  • Bagikan

Tapanuli Utara, BatakToday –

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan memilih menghabiskan akhir pekannya dengan menjelajahi beberapa desa terpencil di Kecamatan Parmonangan. Berangkat dari ibukota Kecamatan Parmonangan, Desa Manalu, Jumat (13/5/2016), penjelajahan  diawali dari Desa Sidondamon, bermalam di Desa Pertengahan, selanjutnya ke Desa Tumus, Hajoran, dan kembali ke Tarutung melalui Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah.

Medan yang dilalui sangat sulit, sehingga moda transportasi yang digunakan sangat bervariasi, mulai dari roda empat, selanjutnya dengan roda dua, bahkan akhirnya perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki. Hujan lebat turun nyaris di sepanjang perjalanan Bupati Nikson didampingi seluruh pimpinan SKPD Pemkab Taput.

Bupati Nikson Nababan saat melakukan interaksi dengan masyarakat Dusun Simarsalaon Desa Sidondamon, Jumat (13/5/2016). (ist)
Bupati Nikson Nababan saat melakukan interaksi dengan masyarakat Dusun Simarsalaon Desa Sidondamon, Jumat (13/5/2016). (ist)

Tiba di Dusun Dusun Simarsalaon Desa Sidondamon, Jumat (13/5/2016) pukul 11.00 WIB, Bupati dan rombongan disambut hangat warga. Satu jam lebih, Bupati Nikson larut dalam kebersamaan dengan bernyanyi bersama anak-anak Dusun Simarsalaon.

Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan roda dua menuju Desa Pertengahan. Kondisi jalan yang sangat licin, curam dan becek di tengah derasnya hujan, membuat perjalanan lebih sulit dari perkiraan semula. Perjalanan pun akhirnya dilanjutkan dengan berjalan kaki. Sebgaian anggota rombongan beberapakali harus jatuh bangun, bahkan terduduk lemas die tengah jalan berlumpur.

Namun Bupati Nikson dan rombongan tidak menyerah, dan setelah berjalan 6 jam lebih, rombongan akhirnya tiba di tengah masyarakat Desa Pertengahan pada pukul 18.30 WIB. Masyarakat menyambut dengan sangat haru, Nikson Nababan dipeluk dan dituntun hingga ke rumah penduduk.

“Kami tidak nyangka Bapak akan sampai di kampung kami ini dengan kondisi hujan deras seperti ini. Jalan yang bapak lalui pasti sangat sulit, karena hujan kami berpikir Bapak tidak akan jadi ke kampung kami ini. Terimakasih Bapak Bupati,” ujar Kepala Desa Pertengahan, Marto Manalu.

Malam harinya, usai makan malam bersama masyarakat di tengah-tengah kampung yang diterangi dengan lampu ala kadarnya dengan menggunakan genset, diskusi digelar bersama masyarakat. Keluhan dan harapan masyarakat tentang masalah kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur mengemuka dan ditanggapi serius oleh Bupati Nikson.

“Kami yakin, kali ini harapan kami menjadi kenyataan. Akan ada listrik disini, akan ada jalan hotmix yang akan kami dan anak-anak kami lalui, akan ada dering handpone tiap hari meminta hasil pertanian kami. Kami yakin itu akan segera terwujud,” ujar Bona Manalu gelar Oppu Manat, seorang tokoh masyarakat.

Peta lokasi Kecamatan Parmonangan Kabupaten Tapanuli Utara. (id.wikipedia.org)
Peta lokasi Kecamatan Parmonangan Kabupaten Tapanuli Utara. (id.wikipedia.org)

Usai diskusi, Bupati menyerahkan bantuan berupa sepatu sekolah, alat-alat olahraga, bibit pertanian, seperti pohon alpukat, jagung dll. Anak-anak tampak meloncat kegirangan setelah Bupati Nikson memakaikan langsung sepatu ke kaki mereka.

Kegembiraan mencapai puncaknya pada sesi hiburan rakyat, saat masyarakat menari dan berjoget bersama para pimpinan SKPD. Masyarakat berupaya menampilkan kemampuan terbaiknya dengan bergantian bernyanyi dihadapan Bupati.

Malam dilalui dengan tidur yang sangat singkat, karena subuh pukul 04.00 WIB Bupati sudah kembali berbincang dengan masyarakat.

Sebelum melanjutkan perjalanan, Bupati Taput menyempatkan diri mengunjungi sampuran (air terjun-red) yang ada di desa itu. Potensi alam yang luar biasa, tapi harus dicapai melalui jalan setapak yang sangat licin dan curam.

Usai sarapan bersama masyarakat, Bupati dan rombongan melanjutkan perjalanan dengan diberangkatkan masyarakat dengan penuh haru.

“Sungguh luar biasa, saya hadir di tengah-tengah masyarakat Desa Pertengahan dan tidur bersama masyarakat, serta merasakan apa yang mereka rasakan selama ini. Saya sungguh merinding dan seakan tidak percaya, saya bisa sampai disini dengan susah payah, tidur disini, makan disini, mandi disini, seperti yang dialami masyarakat disini setiap hari. Sangat menyentuh hati,” ujar Bupati Nikson.

Hari Kedua, Sabtu (14/05/2016), perjalanan selanjutnya ditempuh dengan berjalan kaki, naik dan turun gunung sepanjang 8 km. Jalanan licin, curam dan penuh lumpur tanah liat ditengah derasnya hujan benar-benar menguras tenaga dan menguji kesabaran. Walau jatuh bangun, Bupati dan rombongan tetap semangat, dan setelah berjalan kaki selama 6  jam, akhirnya tiba di Dusun Tumus dengan selamat pada pukul 16.00 WIB.

Masyarakat Dusun Tumus yang sebelumnya pesimis Bupati dan rombongan bisa tiba di tengah-tengah mereka mengingat jalan yang harus dilalui sangat sulit, menyambut Bupati dan rombongan dengan gembira.

Bupati Nikson Nababan dibantu seorang warga setempat saat menyusuri jalan setapak yang licin menuju sampuran (air terjun-red) di Desa Pertengahan, Sabtu (14/5/2016). (ist)
Bupati Nikson Nababan dibantu seorang warga setempat saat menyusuri jalan setapak yang licin menuju sampuran (air terjun-red) di Desa Pertengahan, Sabtu (14/5/2016). (ist)

Acara diawali dengan mendengarkan keluh kesah masyarakat, dilanjutkan dengan hiburan rakyat. Setelah Bupati menyerahkan berbagai bantuan, acara ditutup dengan makan bersama.

Pukul 18.00 WIB, Bupati dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Hajoran dan terus menyusuri jalan hingga keluar dari Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Perjalanan yang sungguh luar biasa dan menjadi sejarah bagi hidup saya. Saya berada langsung di tengah-tengah mereka dan merasakan langsung apa yang mereka rasakan. Dalam hati saya, ini adalah tanggung jawab yang harus dituntaskan. Harapan mereka untuk bisa menikmati kemajuan sungguh masih terngiang-ngiang. Tatapan mereka yang sangat penuh harap saya tempatkan di benak saya, agar memberi semangat bagi saya untuk segera merealisasikan itu bagi mereka. Ini tanggung jawab besar, tapi harus segera saya realisasikan secara bertahap. Mereka harus menikmati kemajuan. Itu tekad dan janji saya,” ujar Bupati Nikson dalam perjalanan pulang ke Tarutung. (rel)

Foto: Sebagian perjalanan Bupati Nikson Nababan dan rombongan dari Dusun Simarsalaon Desa Sidondamon ke Desa Pertengahan Kecamatan Parmonanagan, Jumat (13/5/2016) harus ditempuh dengan mengendarai kendaraan roda dua jenis trail. (ist).

  • Bagikan