STIKes Flora Dirikan Posko Pencarian Mahasiswa Yang Hilang

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Flora Medan‎ mendirikan dua posko untuk mempermudah mendapatkan informasi terkait mahasiswanya yang menjadi korban banjir dan longsor di Air Terjun Dua Warna, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang,  Minggu (15/5/2016) kemarin.

Dua posko tersebut didirikan di Sibolangit dan di Kampus STIKes Flora, Jalan Rajawali, Sei Sikambing, Medan, Sunggal.

“Kami mendirikan posko supaya informasinya benar-benar valid. Sebab, informasinya simpang siur,” kata Sekretaris Prodi Keperawatan STIKes Flora Lilis Pujiati, Senin (16/5/2016).

Pihaknya mendapat informasi yang masih  simpang siur. Awalnya dari informasi yang mereka peroleh 17 orang siswanya dikabarkan telah tewas.

“Padahal, mahasiswa kita masih hilang,” ujarnya.

Para mahasiswa itu pergi ke Air Terjun Dua Warna bukan untuk urusan akademis. Meskipun begitu, pihaknya tetap memberi perhatian khusus untuk siswanya tersebut.

“Kami tetap peduli setelah mendapat telepon dari mahasiswa kita yang melaporkan telah kehilangan teman-temannya,” jelas Lilis.

Mereka pun terus berusaha mencari data valid mengenai jumlah dan identitas mahasiswanya yang berangkat ke Air Terjun Dua Warna, baik data yang hilang dan mahasiswa yang selamat.

Di posko pencarian di Bumi Perkemahan Sibolangit, 17 mahasiswa sekolah ini dilaporkan hilang dan seorang di antaranya sudah ditemukan selamat. Namun, penjelasan dari pihak STIKes Flora menyampaikan jumlah yang berbeda.

“Awalnya disebutkan 23 orang, setelah kami cek ternyata cuma 15 orang. Dari jumlah 15 mahasiswa itu, 6 orang selamat. Enam orang inilah yang menghubungi kami. Jadi berdasarkan data kami, hanya 9 orang yang masih hilang,” katanya. (AFR)

Foto: Foto sebagian mahasiswa STIKes Flora Medan korban banjir dan longsor di Air Terjun Dua Warna, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang,  Minggu (15/5/2016) yang belum ditemukan hingga Senin (16/5/2016) siang. (bataktoday/afr)

  • Bagikan