Ondo MP Purba: Tidak Boleh Sekedar Asumsi, Aliansi Pedagang Diminta Lengkapi Berkas

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Aliansi Pedagang Pasar Tradisional Pematang Siantar mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar untuk pertanyakan kelanjutan pengaduan mereka tentang dugaan kasus korupsi di PD Pasar Horas Jaya yang disampaikan saat melakukan demonstrasi pada Rabu 27/04/2016 lalu. Kedatangan aliansi pedagang ini diterima langsung oleh Kajari Pematang Siantar M Nasril dan Kasipidsus Ondo MP Purba, Senin (16/05).

Dalam audensi yang dilakukan di ruangan kerja Kajari ini sempat terjadi beda pendapat antara Aliansi Pedagang Tradisional dengan pihak Kejari. Dimana Aliansi pedagang menggap bahwa pihak Kejari Pematang Siantar terkesan lambat menanggapi pengaduan mereka. Namun pihak Kejari menganggap pengaduan Aliansi Pedagang tidak lengkap, karena tidak ditemukan bukti sebagai indikasi awal adanya kerugian negara dari berkas pengaduan tersebut.

Setelah melalui adu argumen yang cukup lama, sekitar 2 jam, dari pukul 11.00 sampai pukul 13.00 WIB, akhirnya ada kesepahaman antara kedua belah pihak. Aliansi pedagang pun berjanji akan melengkapi bukti-bukti dalam pengaduan mereka.

Dalam keterangannya seusai audiensi, Agus Butarbutar kepada BatakToday menerangkan bahwa secara moral pihak Kejari mendukung aliansi pedagang tapi bukan secara hukum.

“Kejaksaan belum menemukan bukti permulaan yang cukup dalam berkas yang kami berikan. Mereka memerlukan bukti yang lebih valid lagi dan setelah itu mereka siap turun ke lapangan. Jadi, artinya dari pengaduan kami Kejari belum turun secara langsung ke lapangan sebelum mendapatkan bukti permulaan yang cukup. Dan yang pasti mereka (Kejaksaan,-red.) berjanji akan menindaklanjutinya dan mereka sangat mendukung pedagang secara moral. Namun secara hukum Kejari tidak mendukung siapa-siapa, serta meminta agar kami melampirkan semua informasi yang dapat menunjukkan adanya indikasi korupsi di PD Pasar Horas Jaya,” terang Agus.

Sementara itu Kasipidus Ondo MP Purba juga membenarkan bahwa pihak Kejari Pematangsiantar belum menindaklanjuti pengaduan Aliansi Pedagang Tradisional karena belum memiliki alat bukti atas indikasi terjadinya tindak pidana korupsi atau pelanggaran hukum lainnya.

“Laporan mereka kurang lengkap, kita tidak bisa buat telaah mengenai dugaan itu. Kita juga sudah memberi masukan kepada pedagang agar melengkapi beberapa hal. Karena dalam hal ini kita tidak boleh sekedar berasumsi. Dalam pengaduan mereka tidak ada kita temukan potensi kerugian negara. Semuanya masih tentang persoalan kebijakan PD Pasar Horas Jaya dan tentang administrasi. Kalau berkas pengaduan mereka cukup lengkap, kita akan langsung lakukan investigasi,“ terang Ondo. ( AT)

Foto:

Kasipidsus Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Ondo MP Purba SH MH (at/bataktoday)

  • Bagikan