BBKSDA Gagalkan Pengiriman Burung Dilindungi

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) gagalkan pengiriman ratusan ekor burung yang dilindungi ke luar daerah. Diantaranya, burung jenis love bird, murai batu dan murai daun hendak dikirim menggunakan dokumen palsu via Bandara Kualanamu.

Berawal dari kecurigaan petugas dengan didasari laporan intelijen di Bandara Kualanamu, bahwa banyak pengiriman burung padahal dokumen terkait pengiriman itu tidak pernah dikeluarkan oleh BBKSDA Sumut. Demikian disampaikan Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi, Selasa (17/5/2016).

small burung
Burung-burung yang diamankan sementara di Kantor Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat, Mariendal, Medan, Selasa 17/5/2016 (afr/bataktoday)

Dijelaskannya, setelah melakukan penyelidikan, petugas mendatangi terminal kargo Bandara Kualanamu, Kamis (‪12/5). Mereka mendapati beberapa paket berisi 400-an ekor burung love bird, murai batu, dan murai daun yang dokumennya mencurigakan. Ternyata dokumen yang digunakan palsu.

Love bird, murai batu dan murai daun yang dilindungi adalah yang merupakan hasil tangkapan, tidak  diperbolehkan untuk dikirim ke daerah lain. Yang diperbolehkan hanya hasil penangkaran, serta harus melewati berbagai persyaratan.

“Kalau untuk sovenir, pengiriman yang jumlahnya 1 atau 2 ekor, bisa pejabat kita di Kualanamu yang menandatangani. Tapi kalau lebih, apalagi ini ratusan ekor, seharusnya saya yang teken. Ternyata dokumen itu palsu. Nomor registrasinya tidak sesuai dengan data kita. Tanda tangannya pun palsu,” sambung Hotmauli.

Petugas pun melakukan penyitaan terhadap 400-an ekor burung yang akan dikirim ke Jakarta dan Yogyakarta dan Bali itu. Ada 4 terduga pelaku yang terindikasi melakukan pemalsuan dan pengiriman ilegal itu.

“Mungkin mereka ini bukan otaknya. Bisa jadi ada keterlibatan orang dalam. Diduga juga ini puncak gunung es, masih banyak pengiriman yang tidak kita ketahui,” kata Hotmauli.

Akibat pengiriman ini, negara dirugikan karena ada penerimaan negara yang tidak dibayar.

“Kalau untuk pemalsuannya itu, kita akan serahkan ke kepolisian. Sementara di internal kita akan tertibkan administrasi,” jelas Hotmauli.

Burung love bird, murai batu dan murai daun yang disita masih berada di kantor Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) di Mariendal, Medan. Beberapa di antaranya mati.

Kita akan data berapa yang mati. Kita buat berita acaranya. Yang masih hidup kita serahkan ke lembaga konservasi di Pematang Siantar. Jika memungkinkan akan kita lepasliarkan,” jelas Hotmauli. (AFR)

Foto:

Kepala BBKSDA Sumatera Utara Hotmauli Sianturi, menunjukkan salah satu burung love bird yang disita, Kantor Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat, Mariendal, Medan, Selasa 17/5/2016 (afr/bataktoday)

  • Bagikan