Hulman Sihombing: Omongan Dirut PD PHJ Tidak Dapat Dipercaya!

  • Bagikan

Pematang Siantar, Bataktoday

Dirut PD Pasar Horas Jaya Setia Siagian mengatakan besaran biaya pengurusan perpanjangan Kartu Izin Berjualan (KIB) adalah Rp.150.000/tahun/perkios dan untuk peralihan kepemilikan dipungut biaya sebesar Rp.450.000. Setia juga mengatakan bahwa jika ada yang mengutip diluar dari biaya yang sudah ditentukan, itu adalah adalah calo. Hal ini disebutkannya seusai rapat kerja dengan Pansus LKPj Walikota Siantar, Selasa (17/5).

“Itu makanya saya katakan jangan membayar melalui calo, itu bukan pegawai saya. Saya sudah ingatkan, hati-hati kalau sampai ada pegawai yang ketahuan melakukan praktek percaloan. Makanya saya bilang, pedagangnya langsung naik ke atas (kantor PD PHJ,-red.). Dan kalau ada pegawai yang melakukan itu saya akan langsung copot dan kalau dia PNS akan saya kembalikan “ terang Setia kepada beberapa awak media.

Dirut PD Pasar Horas Jaya, Setia Siagian, dalam rapat kerja dengan Pansus LKPJ Walikota Siantar 2015, Kantor DPRD Kota Siantar, Selasa 17/5/2016 (at/bataktoday)
Dirut PD Pasar Horas Jaya, Setia Siagian, dalam rapat kerja dengan Pansus LKPJ Walikota Siantar 2015, Kantor DPRD Kota Siantar, Selasa 17/5/2016 (at/bataktoday)

Ketika Hulman Sihombing salah seorang pedagang di Pasar Horas dimintai pendapat sehubungan pernyataan Dirut PD PHJ di atas, dia mengatakan bahwa banyak kerancuan dalam pengutipan biaya pengurusan KIB.

“Nilai nominal untuk pemegang KIB dan peralihan atau pemegang hak sewa itu tidak beraturan dan tidak pernah diberitahukan oleh PD PHJ. Kita selama ini membayarkannya langsung ke kantor PD PHJ dan di situ diperbincangkan berapa bayaran saya. Saya membayar KIB saya sesuai dengan jenis jualan saya, sebesar 200 ribuan “ terang Hulman.

Ketika disampaikan pernyataan Setia agar tidak membayar melalui calo, Hulman dengan sedikit emosi mengatakan Setia tidak dapat dipercaya.

“Itukan omongan dia (Setia Siagian,-red.). Apakah dengan omongan saja kita bisa percayai suatu nilai nominal. Kalau dia bilang jangan membayar melalui calo, berarti selama ini kami bayar ke calo. Kami bayar melalui pegawai, berarti pegawainya itu semua calo. Kita membayar sama pegawai, kok pegawai dibilang calo,“ jelas Hulman sambil menyuruh awak media merekam pernyataannya.

Selain Hulman, salah seorang pedagang Pasar Dwikora, Hengki Sitorus, mengatakan pengutipan biaya pengurusan KIB ini tidak pernah dipublikasikan kepada pedagang dan terkesan ditutup tutupi.

“Kami tidak pernah mengetahui berapa besaran pengutipan biaya pengurusan perpanjangan KIB secara pasti. Ada kawan yang sudah bayar ke kantor di Pasar Dwikora ini, diminta Rp. 450 ribu,  dan mereka hanya diberikan selembar kertas sebagai bukti sudah mengurus KIB dan disana tidak ada dicatat besaran angka yang disetor ” terang Hengki. (AT)

Foto :

Hulman Sihombing, salah satu pedagang Pasar Horas, saat demonstrasi yang dilakukan pedagang tradisional di Balai Kota Siantar, Pematangsiantar, Rabu 27/4/2015 (ajvg/bataktoday)

  • Bagikan