Trimedya Kaget, Mantan Pangdam I/BB Bangun Pagar Menutup Akses ke Sekolah

  • Bagikan

Deliseerdang, BatakToday –

Anggota DPR RI Trimedya Panjaitan meminta pihak yang membangun pagar dan menutup akses masuk ke Sekolah Cinta Budaya di Kabupaten Deliserdang segera membongkarnya agar aktivitas belajar mengajar di tempat itu tidak terganggu.

Hal itu disampaikan politikus PDIP itu usai meninjau Sekolah Cinta Budaya di Deliserdang, Selasa (17/5/2016).  Trimedya mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa akses masuk ke sekolah itu ditutup oleh seorang mantan Pangdam I Bukit Barisan.

Awalnya ia meminta kronologi peristiwa dan status hukum yang ada sehingga masalah tersebut muncul. Ketika turun ke lapangan, Trimedya mengaku kaget melihat plank yang bertuliskan nama mantan pangdam lengkap dengan kepangkatannya.

“Hampir tidak pernah kita baca kata-kata seperti itu sejak reformasi, apakah itu TNI atau Polri,” katanya. Pihaknya mengharapkan Kapolda Sumut Irjen Pol Raden Budi Winarso segera berkoordinasi dengan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Menurutnya, koordinasi untuk menyelesaikan masalah pemagaran dan penutupan akses menuju lembaga pendidikan tersebut diperlukan agar tidak merusak nama baik institusi TNI, karena masalahnya membawa-bawa nama mantan pangdam.

“Kami memberikan kesempatan selambat-lambatnya satu bulan kepada kapolda dan wakapolda untuk menyelesaikannya. Kalau tidak, kami akan melakukan kunjungan spesifik. Ini juga akan kami sampaikan pada Panglima TNI kalau seandainya Pangdam lamban menyelesaikan ini,” ujarnya.

Ketika berdialog dengan pengelola dan murid-murid di sekolah swasta tersebut, Trimedya merasa prihatin karena pemagaran itu menggangu psikologis siswa.

“Mana dong akal sehat kita, masa mau mengintimidasi siswa yang ada disini,” katanya

Trimedya juga mengaku sempat kaget ketika mendapatkan informasi, tindakan pemagaran tersebut sempat menggunakan oknum TNI.

Namun ia mengaku lega, karena setelah berkomunikasi dengan Wakapolda Sumut Brigjen Pol Adhi Prawoto, disebutkan tidak ada lagi oknum TNI yang menjaga pemagaran tersebut.

“Aset pribadi tidak boleh dijaga tentara, kecuali ini dianggap aset negara atau aset TNI Angkatan Darat, baru boleh memakai tentara,” katanya.

Secara pribadi, Trimedya Panjaitan mengisyaratkan tidak yakin jika mantan pangdam tersebut mau berpolemik dengan lembaga pendidikan, apalagi dikaitkan dengan jabatannya sebagai mantan pimpinan institusi militer.

“Saya jadi geli, saya khawatir beliau itu digunakan orang, agak kaget beliau berani pasang badan karena bisa merusak korps tentara,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Cinta Budya Heryanto didampingi Kepala Sekolah SMP-SMA Cinta Budaya, Antonius Aritonang mengatakan, pihaknya sangat terganggu dengan pagar tersebut. Namun demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum. (AFR)

Foto: Anggota DPR RI Trimedya Panjaitan berdialog dengan siswa SMA Cinta Budaya Deliserdang saat meninjau pemagaran yang menutup akses masuk ke sekolah itu oleh oknum aparat TNI dengan membawa-bawa nama salah satu mantan Pangdam I/BB, Selasa (17/5/2016). (bataktoday/afr)

  • Bagikan