Erry: Sumut akan Menjadi Kekuatan Agribisnis Utama Indonesia

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Komda Medan, Prof M Asaad mengungkapkan, perkembangan perkebunan sawit di Indonesia mulai menurun dengan meningkatnya perkebunan sawit yang telah melewati umur ekonomis. Tercatat pada tahun 2016 sekitar 4,3 juta hektar perkebunan sawit sudah saatnya diremajakan.

Disamping itu, pesatnya pertumbuhan sawit juga menimbulkan kekhawatiran terhadap penurunan kualitas lingkungan.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu model pengelolaan perkebunan sawit dan peremajaan yang lebih memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan,” katanya saat diterima Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi di ruang kerjnya, Selasa (17/5/2016).

Dengan demikian, diharapkan perkebunan sawit tidak hanya menguntungkan dalam jangka pendek, tetapi juga tetap berperan secara berkelanjutan.

Atas pertimbangan tersebut, Perhepi Komda Medan, Consortium for Studies on Palm Oil (CSPO) dan Universitas Sumatera Utara menyelenggarakan seminar untuk mencari model pemberdayaan dan peremajaan perkebunan untuk sawit Indonesia yang berkelanjutan. CSPO merupakan konsorsium peneliti yang beranggotakan 5 universitas dari 3 negara penghasil sawit utama dunia, yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand. Konsorsium tersebut diinisiasi oleh peneliti USU, UNIMAL, UNJA, UPM dan PSU yang keseluruhannya memiliki latar belakang agribisnis.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 Mei 2016 dengan pembicara Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Bayu Krisnamurthi, Ketua DMSI Derom Bangun, Rektor USU Prof Runtung Sitepu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Herawati, Ketua KUD Mukti Jaya Bambang, dan Ketua Asosiasi Amanah Sunarno. Dalam kesempatan tersebut akan dilaksanakan pengukuhan pengurus Perhepi Kota Medan oleh Ketua Umum Perhepi Pusat Bayu Krisnamurthi.

Tengku Erry Nuradi menyambut baik pelaksanaan lokakarya dan seminar, yang diharapkannya akan dapat melahirkan model pengembangan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan untuk kemajuan ekonomi Sumut.

Dikatakan Erry, pemerintah mendukung semua pihak yang ikut berperan mendukung pemerintah untuk merancang kebijakan yang dapat memajukan pertanian dan perkebunan khususnya di Sumut.

“Segenap kekuatan harus disinergikan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dan potensi yang ada agar Sumut benar-benar menjadi kekuatan agribisnis utama di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai sentra perkebunan sawit dengan penghasil kelapa sawit nomor dua terbesar di Indonesia, menurut Erry, Sumut harus memiliki model pengembangan perkebunan sawit yang berkelanjutan. Ia menambahkan, Sumut memiliki potensi besar dengan jumlah lahan perkebunan yang luas serta didukung dengan kebijakan industrialisiasi yang ramah lingkungan, diantaranya pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Simalungun.

Berdasarkan catatan Dinas Perkebunan Sumut, saat ini terdapat 460 ribuan hektar lahan sawit milik petani dari total 1,2 juta areal perkebunan sawit di Sumut. Kepala Dinas Perkebunan Sumut, Herawati mengungkapkan,  kendala utama yang dihadapi para petani sawit adalah akses permodalan untuk peremajaan perkebunan sawit. Pihaknya mendorong para petani untuk dapat memanfaatkan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit sebagai BLU yang menarik dana pungutan dari industri kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) sejak 1 Juli 2015.

Dijelaskan Herawati, Dinas Perkebunan Sumut telah menyiapkan berbagai model skema peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat, khususnya bagaimana mendapatkan dana BPDP kelapa sawit. Dia mengatakan, perlu dukungan kalangan perbankan sebagaimana yang dilakukan Riau dimana petani didukung dan didampingi oleh Bank Riau. Untuk itu pihaknya berharap Bank Sumut dapat mendampingi petani sawit Sumut mendapatkan dana BPDP kelapa sawit. (AFR)

Foto: Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi berpose bersama dengan Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Komda Medan, Prof M Asaad dan rombongan di ruang kerjanya, Selasa (17/5/2016). (bataktoday/afr)

  • Bagikan