Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok Mulai Melambung

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Jelang bulan puasa 2016, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Petisah Kota Medan mulai merangkak naik. Bahkan untuk beberapa komoditas kenaikannya sangat fantastis, diantaranya bawang merah, dari Rp 25.000 naik hingga Rp 45.000 per kg, dan diprediksi akan naik lagi. Kemudian cabai merah dari Rp 20.000 menjadi Rp 35.000 per kg.

Sejumlah kebutuhan lainnya, gula  putih dari Rp 13.000/kg menjadi Rp 15.000 per kg, sedangkan beras semua jenis naik di kisaran Rp 500 hingga 1000/kg, ayam boiler dari Rp 19.000 menjadi Rp 26.000 per kg.

Namun masih ada sejumlah harga kebutuhan pokok yang bertahan seperti, telor dikisaran Rp 1.100 per butir, daging lembu Rp 110.000 per kg, daging Kambing Rp 80.000 per kg, dan kebutuhan pokok lainnya seperti sayur mayur dan tempe.

Informasi harga ini diperoleh saat Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution didampingi Kepala Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)  RI Perwakilan Medan Abdul Hakim Pasaribu, Dirut PD Pasar Benny Sihotang, Dirbang & SDM PD Pasar Osman Manalu, Asisten Ekbang Qmarul Fatah, Kabag Administrasi Prekonomian Dahnar Siregar dan Camat Medan Pertisah Rahmat ADP Harahap melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Petisah Medan, Rabu (18/5/2016).

Saat sidak, kedatangan Akhyar disambut hangat dan akrab oleh para pedagang di Pasar Petisah. Pedagang menyampaikan berbagai keluhan, seperti kondisi pengap kawasan lantai basemen karena tidak ada ventilasi udara, dan kerapnya listrik padam terutama di pagi hari yang mengganggu aktivitas berjualan.

“Kami meminta perhatian dan kepedulian Bapak terhadap kondisi tempat kami berjualan ini, suasananya sangat pengap tidak ada ventilasi udara, dan seringnya mati listrik pada pagi hari sehingga kami tidak dapat berjualan karena gelap,” keluh salah seorang pedagang.

Menanggapi keluhan pedagang, Akhyar berjanji akan melakukan koordinasi dengan manajemen PD Pasar dan pihak terkait lainnya.

Sementara untuk menghindari lonjakan harga kebutuhan, Akhyar beharap agar masyarakat tidak membiasakan diri belanja secara berlebihan. Ia meminta kepada warga agar jangan panik dengan berbelanja berlebihan, sehingga keseimbangan antara penawaran dengan permintaan tetap terkendali.

Menurut Akhyar, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara kontinu memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional, dan jika diperlukan, Pemko Medan bekerja sama dengan pihak Bulog akan melakukan operasi pasar.

Akhyar menambahkan, jelang hari besar keagamaan Pemko Medan akan menggelar pasar murah di seluruh kelurahan.

“Saya minta  kepada masyarakat agar belanja itu biasa-biasa aja, karena bila ada peningkatan kebutuhan maka akan terjadi kenaikan harga. Dan kepada para pedagang diimbau jangan mengambil keuntungan yang berlebihan,” ujar Akhyar.

Sementara Kepala Kantor KPPU RI Perwakilan Medan Abdul Hakim Pasaribu menduga, terjadi praktik penimbunan stok bawang merah sehingga terjadi lonjakan harga, karena dari hasil peninjauan komisioner KPPU di Kota Nganjuk dan Brebes, ternyata produksi bawang merah justru melimpah.

Menurutnya, KPPU dan Pemko Medan akan menjadikan Kota Medan sebagai peringatan bagi para pengusaha agar jangan sampai melakukan penimbuhan bahan  kebutuhan pokok dan permainan harga, karena nantinya ini akan merugikan masyarakat.

“Kita akan melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok ini secara terus menerus dan berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan peran yang lebih aktif lagi,” ujar Abdul Hakim.

Dikatakannya, dari peninjauan diperoleh informasi dari para pedagang bahwa kenaikan harga terjadi karena harga beli dari distributor mengalami kenaikan signifikan. Untuk itu pihaknya akan melakukan pengusutan dalang kenaikan harga.

Abdul hakim mengingatkan, berdasarlan pasal 5 dan 11 Undang-Undang Persaingan Usaha, bila seseorang melakukan penimbunan barang atau melakukan permainan stok barang dan mempermainkan  harga, akan didenda Rp 1 sampai Rp 25 milyar. (AFR)

Foto: Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution didampingi Kepala Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)  RI Perwakilan Medan Abdul Hakim Pasaribu, saat melakukan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Petisah Medan, Rabu (18/5/2016). (bataktoday/afr)

  • Bagikan