Pembangunan Tembok Lapangan Farel Pasaribu Fiktif?

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday.

Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pematangsiantar tahun 2015 mengundang banyak pertanyaan. Satu diantaranya tentang pembangunan tembok Lapangan Farel Pasaribu. Sesuai LKPJ pembangunan tembok dengan anggaran Rp 500 juta tersebut telah selesai 100 persen, namun Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Fatimah Siregar kepada Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kota Pematangsiantar mengaku belum ada realisasi.

Anggota DPRD sekaligus anggota Pansus LKPJ, Arapen Ginting kepada BatakToday mengaku telah mempertanyakan hal itu pada rapat pembahasan LKPJ kepada Kepala Disporabudpar Fatimah Siregar beberapa waktu lalu, dan Fatimah berjanji akan menyerahkan dokumen perihal pelaksanaan pembangunan tembok dimaksud, namun hingga Rabu (18/5/2016) kemarin dokumen tersebut tak kunjung diserahkan.

Selanjutnya, tutur Arapen, ia mencoba mempertanyakan kembali kepada Fatimah Siregar melalui telepon seluler, namun tidak diangkat dan ia selanjutnya mengirimkan SMS dan langsung direspon oleh Fatimah.

Lapangan Farel Pasaribu dalam kondisi yang memprihatinkan. Tidak terdapat secuil pun bangunan tembok di lokasi lapangan tersebut, kecuali sintelban yang dibangun tahun 2011 dan sudah nyaris tertutup rumput. Foto diambil Rabu (18/5/2016). (bataktoday/at)
Lapangan Farel Pasaribu dalam kondisi yang memprihatinkan. Tidak terdapat secuil pun bangunan tembok di lokasi lapangan tersebut, kecuali sintelban yang dibangun tahun 2011 dan sudah nyaris tertutup rumput. Foto diambil Rabu (18/5/2016). (bataktoday/at)

“Maaf Pak, itu RKA dan belum dikerjakan. Nanti kita akan kasi RKA-nya kepada Bapak,” jawab Fatimah, sesuai SMS pada handphone Arapen yang ditunjukkan kepada wartawan.

Bukan hanya itu, Arapen juga menilai terjadi kerancuan lain dimana dalam lembaran realisasi anggaran yang dibagikan Disporabudpar pada saat Rapat Kerja Pansus dengan Disporabudpar,  pagu anggaran pembangunan tembok Lapangan Farel Pasaribu adalah Rp 750 juta, berbeda dengan LKPJ yang mencantumkan nilai anggaran Rp 500 juta.

“Dalam LKPJ tercantum pagu anggaran pekerjaan ini 500 juta, tapi dalam lembaran yang mereka (Disporabudpar-red) bagikan sudah jadi 750 juta. Kita jadi bingung ini. Padahal mereka bilang LKPJ yang benar itu adalah lembaran yang mereka berikan, bukan yang di buku LKPJ,“ katanya.

Arapen berjanji akan mempertanyakan masalah pembangunan tembok Lapangan Farel Pasaribu sampai tuntas.

Sementara sumber BatakToday di Bidang Perbendaharaan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Pematangsiantar menjelaskan, pembayaran atas kontrak pembangunan tembok Lapangan Farel Pasaribu telah dilakukan pada akhir bulan Desember 2015 lalu.

“Nilainya saya tidak ingat, tapi itu seingat saya sudah dibayarkan,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi tentang kemungkinan pekerjaan tersebut fiktif, ia menjelaskan, pihaknya tidak berwenang untuk melakukan cek fisik pekerjaan.

“Bukti berita acara penyelesaian pekerjaan dan foto dokumentasi sudah cukup sebagai syarat pembayaran. Kalau pihak Disporabudpar memalsukan atau merekayasa dokumen, itu tanggung jawab mereka,” tukasnya.

Amatan BatakToday di Lapangan Farel Pasaribu, Rabu (18/5/2016) sore, samasekali tidak ditemukan bangunan tembok di lokasi. Yang ada hanya sintelban sekeliling lapangan yang nyaris tertutup rumput. (AT)

Foto: Anggota DPRD Kota Pematangsiantar Arapen Ginting (tengah) saat mengikuti rapat kerja Pansus LKPJ. (bataktoday/at)

  • Bagikan