Bupati Humbahas Terbitkan 22 Izin PLTA/PLTM, Baru 2 Beroperasi

  • Bagikan

Humbahas, BatakToday –

Dari 22 izin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) yang diterbitkan Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) hingga tahun 2016, baru 2 yang beroperasi. Sedang 17 izin  masih pada tahap konstuksi, uji coba operasi, pembebasan lahan, dan tahap studi kelayakan. Dan terdapat 3 perusahaan yang izin lokasi dan izin prinsipnya sudah habis masa berlaku.

Demikian diungkapkan Kepala Kantor Pertambangan dan Energi Kabupaten Humbahas, Minrod Sigalingging kepada wartawan, Kamis (19/5/2016).

“Perusahaan yang sudah beroperasi yakni PT Mega Power Mandiri yang berlokasi di Desa Sionom Hudon Selatan, Kecamatan Parlilitan, dengan daya 3×2,5 MW dan total daya 7,5 MW, sudah beroperasi sejak Januari 2011. Yang  kedua yaitu PT Humbahas Bumi Energi yang berlokasi di Desa Hutaraja, Kecamatan Doloksanggul, dengan daya 2×2,5 MW dan total daya 5 MW, sudah beroperasi sejak Mei 2012,” katanya.

PLTA yang dikelola oleh PT. Mega Power Mandiri, dengan daya 3x2,5 MW dan sudah beroperasi sejak Januari 2011. (mpm-hydro.com)
PLTA yang dikelola oleh PT. Mega Power Mandiri, dengan daya 3×2,5 MW dan sudah beroperasi sejak Januari 2011. (mpm-hydro.com)

Minrod merinci, terdapat 8 izin yang saat ini dalam tahap konstruksi, yakni PT Subur Sari Lastderich yang berlokasi di Dusun Lae Maga Rambun Desa Sitanduk Kecamatan Tarabintang dengan total daya 10 MW, PT Asri Power Prima yang berlokasi di Dusun Sitapung Desa Sion Runggu Kecamatan Parlilitan dengan total daya 7 MW, PT Martahi Bara Energy berlokasi di Desa Aek Godang Kecamatan Onan Ganjang dengan total daya 4 MW.

Selanjutnya PT Charma Paluta Energi di Desa Sibokkare Kecamatan Tarabintang dengan total daya 4 MW, PT Bakara Energi Lestari di Desa Siunongunong Julu Kecamatan Baktiraja dengan total daya 10 MW, PT Alabana Energi di Dusun Anggoci Desa Sitanduk Kecamatan Tarabintang dengan total daya 10 MW, PT Energi Alam Sentosa di Dusun Pusuk Desa Baringin Kecamatan Parlilitan dengan total daya 7 MW, dan PT Mulana Sukses Energi di Desa Sion Habinsaran, Desa Sion Selatan dan Desa Sion Timur 1 Kecamatan Parlilitan dengn total daya 10 MW.

Sementara, atas 7 izin masih pada tahap pembebasan lahan, yaitu PT. Narumonda Energi, PT. Internasional Mina Energy, PT Aek Sibundong Enegi, PT Parbue Mas Nauli, PT. Raisan Energi Indonesia, PT. Citra Multi Energi, dan PT. Syailendra Utama Energy. Dan atas 1 izin masih pada tahap studi kelayakan,  yaitu PT Sumber Bahtera Abadi.

Parahnya, terdapat 3 izin yang sudah habis masa berlakunya, baik izin lokasi maupun izin prinsip, yakni PT Prima Paluta Energi yang berlokasi di Dusun Parduaan Desa Gaman Kecamatan Tarabintang dengan total daya 10 MW, PT Tirta Lestari Energi yang berlokasi di Dusun Lea Pinang Desa Sion Selatan dengan total daya 7 MW, dan PT Sriya Pesce Amanda yang berlokasi di Desa Sion Sibulbulon Dusun Siduanbillik Kecamatan Parlilitan dengan total daya 7 MW.

“Inilah seluruh daftar PLTA/PLTM yang memiliki izin di Kabupaten Humbang Hasundutan yang dikeluarkan oleh bupati hingga tahun 2016. Sebenarnya masih banyak potensi alam kita yang dapat dijadikan sebagai lokasi untuk mendirikan perusahaan PLTA di wilayah Humbahas,” ujar Minrod. (FT)

Foto: Sumber air yang digunakan PT Mega Power Mandiri yang berlokasi di Desa Sionom Hudon Selatan, Kecamatan Parlilitan. (mpm-hydro.com)

  • Bagikan