Diduga ‘Tebang’ Honor Bawahan, Kepala BPN Dolok Sanggul Dilapor ke Kanwil

  • Bagikan

Humbahas, BatakToday –

Diduga merampas hak bawahannya dengan melakukan pemotongan honor Prona, 11 dari 17 pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Dolok Sanggul, adukan Kepala BPN Dolok Sanggul, Imansyah Lubis, ke Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Tidak tanggung-tanggung, potongan yang dilakukan Kepala BPN Dolok Sanggul diduga mencapai 30 hingga 70 persen.

Namun, meskipun pengaduan telah dilayangkan pada Februari 2016 lalu, hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari Kanwil BPN Sumut.

Ironisnya, sesuai pengakuan salah satu pejabat di lingkungan Kantor BPN Dolok Sanggul, pasca pengaduan tersebut, Kepala BPN Dolok Sanggul tidak memberikan tugas dan tanggung jawab kepada 4 pejabat eselon IV sebagaimana mestinya, yakni Kepala Tata Usaha, Kepala Seksi (Kasi) II, III, V, Kepala Tata Usaha (KTU).

“Dampak surat yang kami layangkan ke Kanwil BPN Sumut, Kepala BPN disini nyaris tidak memfungsikan kami sesuai tupoksi. Bahkan, Kepala BPN lebih mempercayakan tugas administrasi kepada pegawai honor. Akibatnya, kami yang diperintah oleh pegawai honor tadi. Bisa anda bayangkan pegawai honor memerintah Kasi, mau jadi apa BPN ini,” ujar pejabat eselon IV yang meminta identitasnya dirahasiakan itu kepada wartawan, Rabu (18/5/2016).

Lebih jauh dijelaskan, tidak ada surat resmi tentang penjatuhan sanksi yang menjadi alasan bagi Kepala BPN Dolok Sanggul untuk tidak memberikan tugas kepada masing-masing pejabat eselon IV dimaksud. Hanya saja, imbuhnya, Kepala tidak pernah mendisposisikan surat menyurat sesuai dengan tupoksi ataupun SOP yang ada.

“Ini jelas pembunuhan karakter bagi kami. Kami menduga ada kong-kalikong antara Kepala BPN Dolok Sanggul dengan pengambil keputusan di Kanwil BPN Sumut. Pernah kita singgung langsung menanyakan keberadaan surat tadi ke Kanwil BPN Sumut. Hasilnya, kata KTU Kanwil Sumut, kemelut tadi sudah clear alias selesai, namun kenyataannya kejadian yang sama terus berlanjut hingga tahun lalu tanpa perubahan,” kesalnya.

Dijelaskannya, honor yang dipenggal oleh  Kepala BPN Dolok Sanggul adalah untuk kegiatan Program Nasional (Prona) yang nilainya mendekati Rp 500 jutaan setiap tahunnya mulai dari tahun 2013.

Kepala BPN Dolok Sanggul selama ini kerap menjadi bahan perbincangan di kalangan pejabat Pemkab maupun DPRD Humbahas. Pasalnya, ia terkesan malas untuk mengikuti setiap kegiatan Pemkab yang berkaitan langsung dengan BPN. Bahkan DPRD Humbahas beberapakali mengundang Kepala BPN Dolok sanggul, namun yang bersangkutan tidak pernah hadir.

“Pada rapat Inventarisasi Pemanfaatan Pengguna dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) milik masyarakat dalam kawasan hutan pada tahun lalu, kepala BPN juga tidak hadir. Dia hanya mengutus stafnya dalam kegiatan itu,” kata Kepala Dinas Kehutanan Humbahas, Laurencius Sibarani.

Padahal, lanjut Laurencius, sesuai petunjuk pelaksanaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kepala BPN kabupaten/kota ex officio adalah Ketua IP4T.

“Justru yang hadir adalah anggotanya, padahal sebagai ketua seharusnya kepala BPN hadir dan menjadi leader dalam kegiatan itu,” pungkasnya.

Kepala BPN Dolok Sanggul Imansyah Lubis saat dikonfirmasi melalui selulernya  tidak merespon meskipun nada panggilnya aktif, dan pesan singkat yang dikirimkan ke selulernya juga tidak ditanggapi.

Kepala Tata Usaha (KTU) Kanwil BPN Sumut, Moren Naibaho saat dihubungi melalui sellulernya, Rabu (18/5/2016) menjelaskan, secara struktural fungsi kanwil hanya sebatas monitoring dan pemantauan.

“Kita akui surat itu sudah mereka sampaikan pada Kakanwil, hanya saja kita sarankan agar permasalahan tadi diselesaikan secara internal. Jadi fungsi kami hanya sebatas koordinasi saja,” jawabnya. (FT)

Foto: Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Dolok Sanggul. (bataktoday/ft)

  • Bagikan