Pembongkaran Berlanjut, Pemko Siantar Menuju “Pamatang”-nya

  • Bagikan
DCIM101MEDIA

Pematangsiantar, BatakToday

Setelah melakukan pembongkaran bangunan teras kedai kopi Kok Tong dan beberapa bangunan liar yang didirikan di jalur hijau Jalan Ahmad Yani, Tim Penegakan Peraturan Daerah Kota Pematangsiantar akan melanjutkan pelaksanaan pembongkaran terhadap bangunan yang menyalahi peraturan di Jalan Pematang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan. Demikian disampaikan Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Siantar, Julham Situmorang saat ditemui di kantornya, Kamis (19/5)

“Kita sudah melakukan investigasi di lapangan, dan kita temukan beberapa bangunan yang melanggar peraturan di sepanjang jalan Pematang. Ini menjadi target selanjutnya untuk dibongkar,” sebut Julham.

Selain untuk melakukan penataan kota, pembongkaran bangunan di sepanjang jalan Pematang ini juga untuk mendukung kebijakan untuk menjadikan eks Kerajaan Siantar di jalan Pematang menjadi kawasan heritage.

Julham berharap sebelum tim penegakan perda turun, agar pemilik bangunan segera melakukan pembongkaran sendiri. Menurutnya, pembongkaran sendiri oleh pemilik bangunan akan sangat membantu untuk mendukung penataan kota Siantar.

“Pemilik bangunan yang melanggar peraturan di sepanjang jalan itu sudah pernah kita surati sebelumnya, tapi mereka mengabaikan. Kita akan masuk ke tahap berikutnya, dengan langsung melakukan pembongkaran bangunan di Jalan Pematang,” sebutnya mengingatkan.

Untuk mengembalikan ingatan, kata “pematang” sebenarnya tidak terdapat dalam kosa kata Bahasa Simalungun. Kata “pematang” yang lazim digunakan, bahkan dalam dokumen resmi, sesungguhnya berasal dari kata “pamatang”, yang artinya pusat atau ibukota.

Cikal bakal Kota Pematangsiantar adalah Kerajaan Siantar. Kerajaan ini berpusat di kawasan yang sekarang disebut daerah (Jalan) Pematang, yang berada di delta Bah Bolon, Kelurahan Simalungun.

Pada perayaan ulang tahun kota Siantar ke-145 bulan April lalu, Pemko Siantar mencanangkan rencana untuk menjadikan kawasan eks pusat Kerajaan Siantar yang terletak di kawasan Jalan Pamatang sebagai kawasan heritage atau cagar budaya. (EM/ajvg)EM)

Foto:

Ilustrasi Penataan Kota: Siantar na Balau  (diolah dari properti Kedai Kopi H/ajvg)

  • Bagikan