Hotmaida Rumapea: “Gak Tau Lagi Mau Tinggal Dimana Kami Ito…”

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Warga yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Toge, Jalan Nias, Kampung Kristen, Kecamatan Siantar Selatan meminta pemerintah kota Pematangsiantar bersikap adil dalam melakukan pembongkaran. Hal ini disampaikan beberapa warga saat diwawancarai BatakToday, Kamis (26/5), usai rumahnya dibongkar.

Hotmaida Rumapea, seorang ibu muda sambil menggendong bayinya, mengaku sedih ketika rumahnya dibongkar. Menurutnya, sebelum dilakukan pembongkaran pemerintah kota seharusnya mengeluarkan kebijakan yang tidak menyengsarakan mereka.

“Gak tau lagi mau tinggal dimana kami ito,” ucapnya sendu.

Mengumpulkan sesuatu yang masih dapat digunakan dari tumpukan bongkaran, DAS Toge, Kampung Kristen, Pematangsiantar, Kamis 26/5/2016 (em/bataktoday)
Warga yang rumahnya dibongkar, mengumpulkan segala sesuatu yang masih dapat digunakan dari tumpukan bongkaran, DAS Toge, Kampung Kristen, Pematangsiantar, Kamis 26/5/2016 (em/bataktoday)

Hal senada dikatakan Lusiana Sihombing, warga lainnya. Dia mengungkapkan pemerintah kota seharusnya memberikan waktu kepada mereka agar terlebih dahulu mencari kontrakan sebelum dilakukan pembongkaran. Dia juga berharap pemerintah kota agar tidak bersikap diskrimnatif dalam melakukan pembongkaran bangunan yang melanggar.

“Sadarnya kami ito, salah tinggal disini, makanya kami pasrah melihat rumah kami dibongkar. Tapi tolonglah, kalau memang pemerintah ini mau adil, jangan cuma kami yang kecil-kecil ini lah. Aturannya kalau mau adil, gusur semua yang melanggar peraturan, biar sah yang bernegara ini,” ujarnya dengan suara yang kemudian meninggi.

Sementara, salah satu ibu yang lain, boru Hombing, mengungkapkan selama tinggal di daerah itu mereka tetap melestarikan lingkungan sungai Toge, karena para pemukim menggunakan air di (tepi) sungai itu untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Ibu ini menegaskan mendukung kebijakan pemerintah kota Pematangsiantar yang ingin melakukan penataan kota, tapi harus adil.

“Harapan kami warga yang tinggal di DAS Toge ini, pemerintah kota harus bersikap adil. Kalau tinggal kami yang membuat jelek kota ini, dan melanggar aturan, tidak apa-apa, kami rela. Tapi, ingat apa yang kubilang ini ya ito, kalau habis membongkar rumah kami Siantar ini belum cantik juga, ya mikir lah pemerintah (Siantar) ini, teruskanlah perjuangan mempercantik kota ini,” ujarnya dengan gaya sarkasme. (EM)

Foto:

Warga DAS Toge, Hotmaida Rumapea, sedih ketika rumahnya dibongkar, Kampung Kristen, Kecamatan Siantar Selatan, Pematangsiantar, Kamis 26/5/2016 (em/bataktoday)

  • Bagikan