Pemko Siantar Harus “Update Status” Kepemilikan Lahan di Jalan Pematang

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Menanggapi surat teguran terakhir  Pemerintah Kota Pematangsiantar terhadap bangunan-bangunan yang disebut melanggar peraturan di Jalan Pematang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, Bakti Damanik yang mengklaim dirinya adalah pemegang surat kuasa mewakili ahli waris Raja Sangnauluh, sebagai pemelihara dan penjaga kelestarian Kerajaan Siantar, menolak keras rencana pembongkaran bangunan di Jalan Pematang oleh pemko Siantar.

“Kami sudah menerima surat teguran terakhir dari pemerintah kota, agar melakukan pembongkaran sendiri. Terus terang kita mengabaikannya, karena kita ingin tahu mengenai status kepemilikan lahan di Jalan Pematang ini yang sebenarnya,” ujar Bakti Damanik saat ditemui BatakToday di Jalan Pematang, Selasa (24/5).

Dijelaskannya, walaupun Pemko Siantar telah memilki serifikat atas lokasi di Jalan Pematang, namun ahli waris juga mempunyai bukti kuat bahwa kawasan Pematang merupakan milik ahli waris Raja Sangnaualuh.

Dia mengungkapkan bukti bahwa kawasan Pematang dimiliki ahli waris Raja Sangnaulauh terdapat dalam buku Raja Sangnaualuh, Sejarah Kebangkitan Bangsa Indonesia, karya Jahutar Damanik. Selain itu disebutkannya bukti juga terdapat dalam Risalah Penetapan Hari Jadi kota Pematangsiantar, tertanggal 1 April 1989.

Ditambahkannya, dengan adanya bukti yang dimiliki ahli waris Raja Sangnauluh mengenai kepemilikan lahan di kawasan Pematang, dia berharap pemerintah kota bersedia duduk bersama dengan ahli waris Raja Sangnauluh untuk membahas kejelasan status penguasaan lahan di kawasan Pematang.

“Kita akan terus melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah kota yang akan membongkar bangunan di kawasan Pematang ini. Artinya, bangunan yang berlokasi di Jalan Pematang tidak bisa dibongkar sebelum status kepemikan lahan jelas,” ujar Bakti.

Sementara itu, Kepala Kantor Satpol PP, Julham Situmorang saat dikonfirmasi mengenai hal ini, mengatakan dalam waktu dekat tim penegak peraturan daerah akan segera melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang berlokasi di Jalan Pematang, yang berdiri di lahan yang dimiliki oleh pemerintah kota.

Julham mengutarakan, selain untuk melakukan penataan kota, pembongkaran juga dilakukan untuk menciptakan kawasan Pematang sebagai kawasan heritage, sesuai dengan kebijakan pemerintah kota yang disampaikan Pj Walikota Siantar, Jumsadi Damanik, pada perayaan hari jadi kota Pematangsiantar ke-147 bulan April lalu. (EM)

Foto:

Papan peringatan bahwa lahan dibawah penguasaan ahli waris Raja Sangnaualuh didirikan di lokasi bangunan yang akan dibongkar Pemko Pematangsiantar, Jalan Pematang, Kelurahan Simalungun, Selasa 24/5/2016 (em/bataktoday)

  • Bagikan