Tujuh Bupati Kawasan Danau Toba Sepakat Dukung Badan Otorita

  • Bagikan

Jakarta, BatakToday –

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi menyaksikan penandatanganan kesepakatan dan pernyataan bersama tujuh bupati se kawasan Danau Toba di auditorium BPPT Jalan Thamrin Jakarta Pusat, Rabu (26/5/2016) malam. Tujuh bupati sepakat mendukung penuh terbitnya Perpres Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba dan terlaksananya pembangunan pariwisata di Kawasan Pariwisata Danau Toba.

Penandatanganan kesepakatan bersama dilaksanakan dalam Acara Malam Budaya Menyongsong Badan Otorita Danau Toba.

“Ini pekerjaan besar. Kami betul-betul minta dukungan semua. Cita-cita mengembangkan Danau toba sudah ada 40-50 tahun lalu. Kali ini kita buat impian itu menjadi nyata,” kata Rizal Ramli.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi  didampingi tujuh bupati se kawasan Danau Toba meminta semua tokoh, pejabat dan warga asal Sumatera Utara untuk mendukung memajukan Sumatera Utara dan pengembangan Kawasan Danau Toba.

“Mudah-mudahan kesepakatan bisa memberi perubahan signifikan bagi Tao Toba. Mohon dukungan kepada seluruh tokoh masyarakat Sumut di manapun,” imbuh Erry.

Bila ingin Sumut maju seperti daerah lain, menurut Gubernur Erry, warga asal Sumut dan masyarakat Sumut harus kompak.

“Saatnya bersatu, hari ini adalah kebangkitan Sumut. Saya sangat bersyukur karena panandatanganan kesepakatan pada hari ini dilaksanakan lebih kurang 3-4 jam setelah saya dilantik oleh Presiden Jokowi. Momentum ini adalah momentum kita bersama, Mari kita songsong Badan Otorita Danau Toba untuk kemajuan pembangunan kawasan Danau Toba yang kita cintai,” ujar Erry dalam rilis yang diterima BatakToday.

Kesepakatan ditandatangani oleh Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, Bupati Simalungun JR Saragih, Bupati Taput Nikson Nababan, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, dan Bupati Dairi KRA Sitohang Adinegoro. Kesepakatan disaksikan oleh tokoh masyarakat Sumut, Otto Hasibuan.

Dalam kesepakatan terkait akan diterbitkan Peraturan Presiden tentang Otorita Danau Toba, ketujuh bupati sepakat melimpahkan sebagian kewenangan yang dimiliki masing-masing pemkab kepada Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba sebagaimana disebut dalam Perpres termaksud. Selain itu, mereka juga sepakat untuk melaksanakan seluruh ketentuan yang terdapat dalam Perpres tersebut demi tercapainya pembangunan di kawasan pariwisata Danau Toba dan sekitarnya.

Menteri Rizal Ramli mengatakan, pemerintah ingin mengembangkan Danau Toba, dan Monaco of Asia sebagai branding, karena Monaco dikenal ramah, bersih dan indah. Untuk mewujudkan itu, langkah pertama yang akan dilakukan adalah membersihkan Danau Toba. Menurut Ramli, salah satu persoalan perairan Danau Toba adalah terlalu banyak keramba ikan. Ke depannya akan diterapkan teknologi baru untuk meminimalisir dampak lingkungan.

“Kita akan ganti teknologi agar sisa makanan keramba tersedot, sehingga ratusan ton pakan ikan tidak kotori Danau Toba. Ini harus dirapikan sebelum bulan Desember, karena Jokowi akan berkunjung ke sana,” kata Rizal Ramli.

Langkah selanjutnya adalah membangun infrastruktur, meningkatkan penerbangan ke Bandara Udara Silangit, dan membangun lapangan udara Sibisa. Jarak tempuh dari Medan ke Parapat juga akan dikurangi dari 5-7 jam menjadi 3 jam saja dengan membangun jalan tol sehingga turis domestik lebih banyak datang.

Disamping itu di kawasan Danau Toba sendiri akan dibangun ringroad Pulau Samosir dan outer ringroad di luar Pulau Samosir.

“Tentu harus ada air bersih, listrik dan jaringan internet yang baik, sehingga orang bisa nikmati suasana liburan,” katanya.

Kekuatan Danau Toba yang utama, menurut Ramli, adalah adanya magnet jalan cerita tentang terbentuknya Danau Toba pada 75 ribu tahun lalu.

“75 ribu tahun lalu, ada ledakan yang sangat besar yang jauh lebih besar dari gunung Krakatau, gunung Pompeii, sehingga dunia menjadi gelap gulita, sepertiga mahluk mati dan mengakibatkan terjadi perubahan cuaca yang sangat besar. Cuaca menjadi lebih panas, dunia terpisah, terjadi trasnformasi Darwin, dan punahnya binatang besar seperti Dinosaurus,” beber Ramli.

Ramli juga menegaskan, pemerintah tidak ingin mengulangi sejarah Bali, karena meski pariwisata maju, namun semua makanan dan buah serta kebutuhan diimpor dari luar.

“Kami tidak ingin terjadi. Masih ada waktu bangun infrastruktur fisik dua tahun, dan pemerintah ingin bupati di sekitar Danau Toba membangun spesialisasi,” katanya.

Harapannya, setiap kabupaten ada yang khususmenghasilkan berbagai macam buah-buahan, produk poultry, kerajinan tangan dan sebagainya.

“Kita ingin semua daerah bisa menikmati. Karenanya harus ada spesialisasi, jangan semuanya mau,” katanya.

Acara malam budaya dihadiri ratusan warga tokoh masyarakat asal Sumut,  diantaranya Menkopolhukam Luhut Pandjaitan dan Akbar Tanjung. Malam budaya menampilkan berbagai kesenian budaya khas masyarakat di sekitar Danau Toba. (rel/AFR)

Foto: Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli bersama Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan 7 Bupati se Kawasan Danau Toba berpose bersama usai penandatanganan kesepakatan dan pernyataan bersama tujuh bupati se kawasan Danau Toba mendukung penuh terbitnya Perpres Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba dan terlaksananya pembangunan pariwisata di Kawasan Pariwisata Danau Toba, di auditorium BPPT Jalan Thamrin Jakarta Pusat, Rabu (26/5/2016) malam. (ist)

  • Bagikan