Warga Desa Mungkur Terima Bantuan Lembu “Siluman”

  • Bagikan

Humbahas, Bataktoday

Bantuan berupa 10 ekor lembu yang lengkap dengan fasilitas kandang, gudang, mesin potong rumput dan kendaraan gerobak roda tiga, yang diterima Kelompok Tani Nauli di Desa Mungkur, Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan, ternyata asal-usul dan keberadaannya tidak diketahui oleh instansi terkait yang biasanya mengurusi bidang tersebut.

Hal ini terungkap saat anggota DPRD Humbahas, Minter Hulman Tumanggor melakukan kunjungan kerja ke Desa Mungkur, Rabu (25/5).

Sebelumnya, berawal dari laporan masyarakat bahwa bantuan tersebut diserahkan untuk perorangan, bukan mengatasnamakan bantuan untuk kelompok tani yang ada di desa tersebut, Minter kemudian melakukan penelusuran lebih lanjut.

Menurut Minter, hal ini menimbulkan kecurigaan. Dan diperoleh informasi lebih lanjut, bahwa 5 dari 10 ekor lembubantuan, mati mendadak dua hari setelah bantuan diserahkan. Namun beberapa hari kemudian didatangkan 5 ekor lembudari Kecamatan Pakkat untuk kembali memenuhi jumlaj lembubantuan.

Ditengarai tujuan mendatangkan kelima lembu dari luar daerah hanya untuk bahan dokumentasi, karena belakangan diketahui lembu yang tertinggal hanya ada 6 ekor di lokasi kandang.

David Mahulae, sekretaris Fraksi Golkar yang hadir bersama dengan Minter mengatakan bahwa menurut sepengetahuannya, kegiatan pengadaan ternak sebagaimana yang disebutkan tidak pernah ada dalam rapat pembahasan anggaran yang mereka lakukan. Sehingga, menurut Dosen Unita ini, hal tersebut harus ditelisik secara ekstra guna memperoleh kejelasan terkait asal usul bantuan dan lembaga yang bertanggung jawab terhadap bantuan itu.

Terpisah, Kepala Desa Mungkur, Sumban Mungkur didampingi Ketua Kelompok Tani Nauli, Singkat Mungkur kepada awak media membenarkan persoalan tersebut.

Mereka juga mengakui telah menerima 10 ekor lembu itu pada tangal 31 Desember 2015 lalu, namun berselang dua hari kemudian 5 ekor lembu ini mati.

“Iya seperti inilah kejadianya dan ini sudah kita laporkan kepada Gapoktan kecamatan. Pihak Gapoktan kecamatan sempat membawa penggantinya dengan mengambil lembu dari peternakan yang dikelola Pandiangan, warga Kecamatan Pakkat. Akan tetapi, lembu-lembu pengganti tadi malah diambil kembali oleh pemiliknya, dengan alasan bahwa ketua Gapoktan kecamatan Tarabintang yang bernama Rewinsen Hasugian belum membayar lembu-lembu tersebut. Karena sudah melewati batas pembayaran, mau tidak mau pemilik lembu, Pandiangan terpaksa mengangkut lembu-lembu miliknya dari kandang itu,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Peternakan, Surya Simamora yang ditemui diruang kerjanya menegaskan bahwa realisasi bantuan ternak lembu ke masyarakat Desa Mungkur di luar sepengetahuan pihaknya.

“Kita tidak tahu asal-asul bantuan itu lae. Kita tahunya setelah masyarakat penerima berkonsultasi ke kita tentang kesehatan lembu yang baru mereka terima. Jadi kita tidak punya kapasitas menjawab hal itu,” tukasnya.

Kepala Dinas Pertanian Happy Silitonga yang kemudian disambangi Bataktoday di kantornya justru menampik bahwa pihaknya mengetahui tentang adanya bantuan ternak lembu tersebut.

“Kita tidak tahu tentang itu. Yang ada kita bagi tahun 2015 lalu hanya ternak babi dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara,” ujar mantan Kadis Pertanian Kabupaten Tapteng itu. (FT)

Foto :

Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan, Minter Hulman Tumanggor, saat melakukan investigasi lapangan, di Desa Mungkur, Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan, Rabu 25/5/2016 (ft/bataktoday)

  • Bagikan