Oberlin Malau: “Kembalikan ASN ke Jalur yang Tepat”

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Anggota Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar, Oberlin Malau mengungkapkan bahwa penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pematangsiantar saat ini masih banyak yang belum sesuai dengan bidang keahliannya. Hal ini menjadi salah satu kendala dalam pencapaian indikator kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di kota Siantar tahun 2015.

“Pada saat rapat kerja dengan Pansus LKPj Walikota Siantar 2015, banyak SKPD yang menyampaikan alasan penempatan SDM yang tidak tepat menjadi kendala dalam pencapaiaan indikator kinerjanya. ASN di SKPD tersebut ditempatkan tidak sesuai dengan bidang keahliannya,” kata Oberlin saat ditemui BatakToday di ruang kerjanya, Rabu (1/6).

Dijelaskannya, melihat masih banyaknya ASN yang belum ditempatkan sesuai dengan bidang keahliannya, membuat DPRD Siantar mengambil sikap dengan merekomendasikan kepada pemerintah kota melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) agar menyusun database kepegawaian sesuai kompetensinya. Dan kemudian dijadikan dasar untuk penempatan  ASN sesuai dengan bidang keahliannya di masing-masing SKPD yang sesuai.

“Contohnya, di Dinas Kesehatan, ASN yang keahliannya bidang kebidanan, tetapi ditempatkan di bagian administrasi. Sementara kebutuhan di bidang kebidanan sendiri masih kurang, ini jelas sudah tidak tepat lagi,” ucap Oberlin.

Politisi Gerindra ini menambahkan selain tidak ditempatkan sesuai bidang keahliannya, DPRD juga merekomendasikan pemerintah kota agar memberikan kesempatan pendidikan/diklat untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Pegawai berlimpah ruah, tapi kualitas SDM di hampir setiap SKPD rendah. Ini merupakan kesalahan kepala daerah. Adalah keputusan yang tidak bijaksana dengan menempatkan ASN tidak sesuai bidang keahliannya. Juga dalam memberikan pelatihan, harus disesuaikan dengan bidang dan potensi dari masing masing pegawai, sehingga efektif dan efisien,” ujarnya.

Oberlin juga mengkritisi pengembangan SDM harus mengarah kepada profesionalisme.

“Kalau latar belakang pegawai di bidang pendidikan, atau sebut saja misalnya guru. Tingkatkanlah kompetensinya sebagai guru. Kemudian jangan sudah banyak mengikuti pendidikan latihan untuk bidang keguruan, lantas diberi jabatan di luar bidang pendidikan. Rugi negara kalau begitu, energi si pegawai pun terbuang sia-sia. Kalau guru, jadilah guru yang profesional. Kalau diterima jadi pegawai sebagai guru, berkarirlah dalam keguruan, atau setidaknya di bidang pendidikan. Kalau begitu kan profesional namanya, dan tercipta kompetisi yang sehat diantara para pegawai. Si pegawai juga akan merasakan ada peluang untuk jenjang karir, apalagi di SKPD yang sifatnya sangat teknis, misalnya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Pekerjaan Umum, dan bidang lainnya yang sifatnya sangat teknis,” tegas Oberlin mengkritisi.

Ditanya tentang ASN yang ternyata di kemudian hari baru kelihatan potensinya di luar bidangnya yang awal saat penerimaan pegawai, Oberlin menyebut selalu ada pengecualian untuk pegawai yang memang menonjol.

“Kalau seorang ASN misalnya memiliki kemampuan yang menonjol di luar latar belakang akademisnya, boleh saja dia dialihkan ke bidang yang memang benar-benar membutuhkannya. Tentu dengan catatan, ada yang bisa menggantikan di posisi sebelumnya, dan di posisi berikutnya kebetulan belum ada personnya di lingkungan pemko. Itu sah-sah saja, tapi yang namanya pengecualian tentu tak banyaklah. ” ujarnya tertawa.

Sebelum mengakhiri perbincangan, Oberlin memberikan gambaran tentang Undang-Undang ASN yang akan mensyaratkan dan mengarahkan pegawai untuk lebih profesional.

“Kita di Pansus LKPj kemarin sudah mempelajari Undang-Undang ASN, sangat bagus untuk ditindaklanjuti dan diterapkan. Rekomendasi kita mengenai perbaikan dan pembenahan dalam bidang kepegawaian kepada Pemko Siantar, yang nanti dijalankan melalui BKD juga mengarah ke situ. Mudah-mudahan saja Pemko Siantar peduli dengan rekomendasi Pansus LKPj kemarin. Kembalilah ke jalur yang tepat!” harap Oberlin mengakhiri. (EM)

Foto:

Anggota Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar, Oberlin Malau, di ruang kerjanya, Kantor DPRD Kota Siantar, Rabu 1/6/2016 (bataktoday/em)

  • Bagikan