Preman Pelaku Pemukulan Petugas Satpol PP Medan Diamankan

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Setelah hampir sebulan menghilang, akhirnya pria yang dikenal sebagai seorang preman yang menghantam kepala petugas Satpol PP Kota Medan, Kabul Fadila Nasution (35) dengan batu sampai bocor berhasil diamankan saat melintas di Jalan Thamrin simpang Jalan Veteran, Jumat (10/6/2016). Pelaku dibawa ke Polresta Medan untuk menjalani pemeriksaan sekaligus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Berawal saat tim gabungan yang dipimpin Kasatpol PP Kota Medan M Sofian melakukan penertiban rutin pedagang kaki lima di kawasan Jalan Sutomo dan sekitarnya. Tepat sekitar pukul 07.00 WIB, ketika tim berada di Jalan Thamrin simpang Jalan Veteran, Sofian melihat pelaku tengah melintas mengendarai sepeda motor Honda Revo BK 4329 ADR.

Menurut Sofian, dirinya mengenali wajah pelaku, karena salah seorang anggotanya sempat merekam wajah pria itu melalui kamera video sebelum melakukan penganiayaan terhadap Kabul di depan Bank Artha Graha Jalan Sutomo simpang Jalan Seram, Kamis (13/5/2016). Tak mau orang yang menciderai anggotanya itu kembali menghilang, Sofian bersama anggotanya langsung mengejar dan mengamankan pelaku.

Preman yang diduga sebagai beking pedagang kaki lima itu pun tak berkutik. Kepada Sofian, pelaku yang mengaku bernama Arhan Damanik (22), warga Jalan Perjuangan simpang Jalan Gurilla mengakui dirinya sebagai pelaku yang menghantam kepala Kabul dengan batu sampai bocor beberapa waktu lalu.

Pelaku yang sehari-hari mengaku sebagai tukang becak itu diserahkan kepada Wakapolsek Medan Timur yang juga berada di lokasi pada saat Arhan diamankan. Selanjutnya oleh Wakapolsek, pelaku diarahkan untuk dibawa ke Mapolresta Medan dengan menggunakan mobil patroli Polsek Medan Timur.

Di Mapolresta Medan, pelaku diserahkan ke Unit Reskrim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut bersama sepeda motor Honda Vario yang dikendarainya.

Menurut Sofian, setiap kali melakukan penertiban, sejumlah anggotanya dibekali kamera video yang dipersiapkan untuk merekam seluruh adegan penertiban yang dilakukan. Selain sebagai barang bukti penertiban yang dilakukan tim gabungan, perekaman juga dilakukan untuk mengabadikan kemungkinan terjadinya kericuhan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak menginginkan penertiban dilakukan.

Dijelaskan Sofian, tindakan brutal yang dilakukan pelaku telah dilaporkan Kabul ke Polresta, Kamis (13/5/2016) dengan surat tanda terima laporan polisi (STTPL) Nomor STTPL/1223/K/V/2016/Resta Medan yang diterima Ipda S Pasaribu.

“Kita berharap pelaku diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Semoga dengan penanganan hukum yang dilakukan ini akan membuat efek jera, sehingga tidak terjadi lagi tindakan anarkis terhadap petugas kita pada saat melakukan penertiban,” kata Sofian.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku bertindak seorang diri mengendarai sepeda motor Honda Revo. Aksi brutal sang preman dilakukan sekitar pukul 08.30 WIB, persis ketika petugas satpol PP hendak meninggalkan lokasi usai melakukan penertiban.

“Preman itu sudah menunggu di depan Bank Arta Graha di Jalan Sutomo simpang Jalan Seram. Begitu  iring-irigan petugas Satpol PP melintas, pria itu langsung menghampiri mobil pick-up patroli dan menghantam kepala Kabul dengan batu. Setelah itu dia (preman) tancap gas menuju arah Jalan Sei Kera,” jelas salah seorang petugas Satpol PP.

Seketika mengetahui anggotanya cidera, Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan langsung memerintahkan seluruh anggotanya kembali  dan menyisir  kawasan Jalan Sutomo dan sekitarnya untuk menemukan preman tersebut dibantu aparat kepolisian, sementara Kabul dilarikan ke RSUD dr Pirngadi untuk menjalani perawatan intensif.(AFR)

Foto: Arhan Damanik (kiri), preman beking pedagang Jalan Sutomo pelaku pemukulan terhadap petugas Satpol PP Kota Medan saat diamankan di Satreskrim Polresta Medan, Jumat (10/6/2016).

  • Bagikan