DPD KNPI Gelar Dialog “UU ITE Sebagai Alat Pembungkaman Suara Kritis” ‪

  • Bagikan

Medan, BatakToday

DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara menggelar Dialog Interaktif dengan tema “UU ITE Sebagai Alat Pembungkaman Suara Kritis”.

‪Dialog Interaktif yang diadakan  di Cafe Roda Tiga, Jalan Sei Serayu Medan, Minggu (12/6/2016), menghadirkan narasumber Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan Agoez Perdana, dan Wakil Ketua DPD KNPI Sumut Hadika Wahyu.

Dialog ini dilatarbelakangi kasus yang menimpa Ketua DPD KNPI Sumut Dodi Sutanto terkait kasus dugaan pelanggaran UU ITE.

‪”Dodi Susanto itu bukan kriminal, bukan penjahat, tapi aktivis yang getol menyuarakan anti korupsi di Sumatera Utara. Untuk itu kita minta Dodi dibebaskan. Kita juga meminta agar UU ITE direvisi, karena bisa saja ke depan kita-kita ini yang akan menjadi korban,”  ujar Hadika Wahyu.

‪Ketua AJI Medan, Agoez Perdana mengungkapkan, kasus-kasus penghinaan melalui jejaring sosial yang berujung pemidanaan banyak bermunculan.  UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menjadi jerat hukum yang ampuh untuk membuat siapa pun bisa bermalam di tahanan.

‪”Dalam konteks tersebut, dibutuhkan keseimbangan antara penegakan hukum dan sebuah titik kapan kebebasan berekspresi layak dijunjung,” ungkap Agoez.

‪Agoez menjelaskan, seorang Jurnalis dalam menjalankan profesinya mendapat perlindungan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

‪”Apabila terjadi sengketa terkait isi berita, seorang Jurnalis tidak dapat dihukum menggunakan pasal pencemaran nama baik di UU ITE. Ada mekanisme yang harus ditempuh seperti hak jawab dan penanganan sengketa dilakukan oleh Dewan Pers, bukan Kepolisian,” imbuhnya.

‪Dia menambahkan, penting digaris bawahi terutama bagi media siber untuk taat pada Pedoman Pemberitaan Media Siber.

‪”Dengan semangat kebebasan berekspresi, mari membuat satu gerakan bersama untuk menekan DPR melakukan revisi UU No. 11 tahun 2008 dengan menghapus pasal 27 ayat 3 dalam UU ITE tersebut, tidak cukup hanya dengan merevisi pasal tersebut dengan mengurangi jumlah masa hukuman,” katanya. (AFR)

Foto:

Dialog Interaktif “UU ITE Sebagai Alat Pembungkaman Suara Kritis”, dengan narasumber Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan Agoez Perdana, dan Wakil Ketua DPD KNPI Sumut Hadika Wahyu, di Cafe Roda Tiga, Jalan Sei Serayu Medan, Minggu 12/6/2016 (bataktoday/afr)

  • Bagikan