Mantan Pangdam I/BB Tak Kunjung Bongkar Tembok Akses Masuk Sekolah Cinta Budaya

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Meski sekitar 3.000 siswa-siswi TK, SD, SMP dan SMA Yayasan Cinta Budaya mengalami gangguan psikis karena harus melewati pintu gerbang yang dibuka-tutup oleh sejumlah oknum suruhan BS, mantan Pangdam I/BB, pihak pengelola sekolah berupaya keras agar siswa-siswi dapat belajar dengan tenang dan dapat menggapai prestasi. Penembokan jalan akses masuk ke sekolah itu hingga kini belum dibuka seperti sediakala.

Pengurus Yayasan Cinta Budaya (Chong Wen), Dharno mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya komunikasi dengan pihak pengembang PT Pancing Business Centre sebagai pengelola kawasan tersebut.

“Paling utama bagi kita saat ini adalah, bagaimana menjamin anak-anak ini bisa terus belajar dan menggapai cita-citanya,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/6/2016).

Komplek sekolah seluas 0,9 ha di Jl. Willem Iskandar (Pancing) Komp. MMTC Blok Cinta Budaya No.1 Deli Serdang tersebut diklaim BS sebagai bagian lahan yang dibelinya dengan luas 2,3 ha, sementara sekolah tersebut telah berdiri sejak 2011 lalu. Dharno mengatakan, pihaknya telah melaporkan kondisi ini kepada pihak pengembang, dan pengembang telah merespon dengan melaporkan tindakan penembokan akses jalan masuk ke sekolah tersebut ke pihak berwajib, Poda Sumut tidak lama setelah akses jalan ditutup.

Dharno berharap, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan agar mengambil sikap atas kondisi tersebut. Pasalnya, program CERDAS yang digadang-gadang Pemerintah Kabupaten Deliserdang bisa gagal di mata publik sebab ada sekolah yang terancam saat melaksanakan proses belajar mengajar.

“Kita sangat berharap Bapak Bupati akan mengambil tindakan. Apakah tembok itu ada IMB-nya juga kita tidak tahu. Tapi yang jelas, izin sekolah Yayasan Cinta Budaya ada dan sah,” ujarnya.

Persoalan ini sudah menjadi pembahasan di DPRD Kabupaten Deliserdang. Bahkan dengan menghadirkan pihak bersengketa, Komisi D DPRD Deliserdang telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Jumat (10/6/2016) lalu. Namun pertemuan itu belum berhasil mencapai titik temu.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan telah meninjau lokasi penembokan pada Selasa (17/5/2016) lalu, dan meminta pihak yang membangun pagar dan menutup akses masuk ke Sekolah Cinta Budaya di Kabupaten Deliserdang itu segera membongkarnya agar aktivitas belajar mengajar di tempat itu tidak terganggu.

Saat itu, Trimedya mengaku kaget melihat plank yang bertuliskan nama mantan pangdam lengkap dengan kepangkatannya.

“Hampir tidak pernah kita baca kata-kata seperti itu sejak reformasi, apakah itu TNI atau Polri,” katanya.

Politisi senior PDIP ini berharap, Kapolda Sumut Irjen Pol Raden Budi Winarso segera berkoordinasi dengan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung untuk menyelesaikan masalah tersebut (baca juga: https://bataktoday.com/trimedya-kaget-mantan-pangdam-ibb-bangun-pagar-menutup-akses-ke-sekolah). (AFR)

Foto: Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan berdialog dengan pengurus Yayasan Sekolah Cinta Budaya pada peninjauan yang dilakukannya pada Selasa (17/5/2016) lalu. (bataktoday/afr)

  • Bagikan