Saling: “Cabut IMB, Bongkar Studio Hotel & Restoran City!”

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Melihat sikap Pemerintah Kota Pematangsiantar yang dinilai hanya berani membongkar bangunan yang melanggar peraturan ‘milik’ rakyat miskin, puluhan massa yang bergabung dalam organisasi Sahabat Lingkungan (Saling) Siantar-Simalungun, melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pematangsiantar, Senin (13/6).

Saling mendesak DPRD kota Pematangsiantar merekomendasikan kepada pemerintah kota supaya bangunan Studio Hotel dan City Resto yang terletak di Jalan Parapat, Kelurahan Tong Marimbum, Kecamatan Siantar Marimbun, dibongkar oleh tim penegak peraturan daerah.

Pengunjuk rasa yang tiba di halaman kantor DPRD sekitar pukul 14.00, namun tidak ada anggota Dewan yang menyambut. Saling akhirnya masuk menggeruduk ke dalam kantor DPRD, dan meminta anggota DPRD komisi III yang saat itu sedang rapat gabungan komisi keluar menemui mereka. Sekitar 20 menit berorasi di depan ruang rapat gabungan komisi , anggota Komisi III akhirnya keluar menemui Saling.

Dihadapan Komisi III, dalam orasinya, kordinator aksi Agustian Tarigan menyesalkan sikap DPRD yang menyatakan bangunan Studio Hotel dan City Resto, tidak melanggar peraturan.  Selama ini, Saling juga menganggap pemerintah kota Pematangsiantar telah diskriminatif dalam melakukan pembongkaran bangunan yang melanggar garis sempadan sungai.

Bangunan gedung Studio Hotel dan Restoran City, foto diambil pada Jumat 13/4/2016 (doc. bataktoday)
Bangunan gedung Studio Hotel dan Restoran City, foto diambil pada Jumat 13/4/2016 (doc. bataktoday)

“Apa bedanya bangunan City Resto dengan rumah warga yang tinggal di Daerah Aliran Sungai Toge, jalan Nias. Jelas sesuai dengan observasi kami, kedua bangunan ini sama-sama melanggar garis Sempadan Sungai,  tapi kenapa hanya bangunan rakyat miskin di sekitar DAS Toge yang dibongkar. Kenapa tidak ikut bangunan Studio Hotel dan City Resto, ada apa dengan Komisi III yang hanya diam terhadap penegakan peraturan daerah yang sangat diskriminatif ini,” ungkap Agus dengan tegas.

Fredrik Herlambang Rangkuti dalam orasinya mengaku kecewa dengan sikap DPRD yang tidak mengetahui bahwa telah terjadi pelanggaran dalam penerbitan IMB Studio Hotel dan City Resto atas nama Mahmud,Cs.

Dalam IMB yang diterbitkan BPPT, ada ditulis istilah ‘As Sungai’, sebutan yang sama sekali tidak dikenal dalam peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“IMB bangunan Studio Hotel dan City Resto juga melanggar, maka sesuai dengan peraturan, IMB juga harus dicabut,” ujar Fredrik.

Menanggapi aspirasi Saling, Ketua Komisi III DPRD Siantar, Hendra Pardede didampingi angggota lainnya, Frans Bungaran Sitanggang, Frengky Boy Saragih, Oberlin Malau, Daniel Manangkas Silalahi, Ronal Tampubolon, Robby Tambunan, sangat mengapresiasi Saling dalam mengontrol kinerja pemerintah kota Pematangsiantar dalam penegakan peraturan daerah. Dia menegaskan dalam waktu dekat Komisi III akan segera menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi dari Saling.

Agustian Tarigan
Agutian Tarigan saat berorasi di Kantor DPRD Siantar, Senin 13/6/2016 (bataktoday/em)

“Komisi III janji secepatnya akan menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi dari Saling terhadap bangunan City Resto,” ucap Hendra.

Sebelum membubarkan diri, Saling memberikan obat kuat pria dewasa kepada Komisi III, sebagai simbol agar Komisi III nantinya kuat dalam menampung aspriasi Saling untuk merekomendasikan pembongkaran bangunan City Resto.

Agustian Tarigan, ketika dimintai pandangannya tentang pendapat pihak lain yang mendukung berdirinya Studio Hotel dan City Resto, dengan alasan terbukanya lapangan kerja dan memperindah lingkungan, ia mengatakan semua berhak punya pendapat.

“Silahkan mereka mengatasnamakan terbukanya lapangan kerja atau apa saja, sekarang era keterbukaan, kebebasan berpendapat dilindungi Undang-Undang. Tetapi kebebasan untuk melakukan sesuatu juga dibatasi oleh Undang-Undang. Saling juga berpendapat dan menentukan sikap berdasarkan Undang-Undang. Ini juga menurut Undang-Undang, bukan menurut Saling, bahwa bangunan hotel dan restoran itu (maksudnya City Resto,-red.) harus mundur sampai garis sempadan sungai. Karena terlanjur mereka bangun dengan melewati yang diperbolehkan, satu-satunya cara, ya dibongkar, itu yang kami minta kepada DPRD, agar direkomendasikan,” ujar Agustian, pemuda yang juga getol mengkordinir unjuk rasa menuntut pemberantasan peredaran narkoba di kota Siantar. (EM/ajvg)

Foto:

Kordinator Aksi Sahabat Lingkungan (Saling) Siantar Simalungun, Agustian Tarigan di depan Ketua dan Anggota Komisi III DPRD Siantar, menuntut Komisi III merekomendasikan pembongkaran bangunan Studio Hotel dan City Resto yang melewati Garis Sempadan Bangunan. Kantor DPRD Kota Siantar, Senin 13/6/20016 (bataktoday/em)

  • Bagikan