Pasar Lelang Komoditas Taput Bakal Menjadi Ikon Nasional

  • Bagikan

Tarutung, BatakToday –

Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan RI memuji sistem pasar lelang komoditi pertanian Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang komprehensif dan menyelenggarakan lelang secara konsisten.  Bappebti berencana mengadopsi sistem pasar lelang komoditi Taput untuk diterapkan dalam pengembangan pasar lelang binaan Kementerian Perdagangan di daerah lain.

Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Pengawasan Pasar Lelang  Bappebti Sentot Komarudin di Pendopo Rumah Dinas Bupati Taput di Tarutung, Senin (20/6/2016), pada kunjungan utusan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia ke Tapanuli Utara dalam rangka peninjauan Pasar Lelang Komoditas Siborongborong.

“Pasar Lelang Taput bisa menjadi ikon pasar lelang Indonesia. Kami memberikan apresiasi karena Bupati Taput yang benar-benar memberikan perhatian akan jalannya pasar lelang ini. Kami salut karena pasar lelang yang telah kami bina saja belum bisa seperti ini, sangat konsisten pelelangannya. Sungguh luar biasa, kami akan laporkan hasil kunjungan ini langsung kepada Bapak Presiden melalui pimpinan kami, dan laporan itu juga akan kami kirimkan juga ke Pemkab Taput nantinya,” ujar Sentot.

Sistem pasar lelang Tapanuli Utara ini, imbuh Sentot, akan diadopsi Bappebti untuk diterapkan dalam pengembangan pasar lelang binaan Kemendag, karena dinilai sangat komprehensif.

“Tanpa disupport dari pusat saja sudah bisa berkembang seperti ini. Ini merupakan inovasi yang luar biasa. Seperti istilah Jokowi, ‘out of the box’, yang memberi manfaat untuk peningkatan perekonomian secara nasional, terimakasih kepada Taput,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Asesmen Inflasi Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) Bank Indonesia, Rizky E Wimanda, menilai Pasar lelang Tapanuli Utara secara kualitatif dan kuantitatif sudah sangat baik.

“Akan kami rapatkan di hadapan Bapak Presiden, dan mudah-mudahan Pasar Lelang Taput ini mendapat nominasi,” ujar Rizky.

Sebelumnya, Asisten II Setdakab Taput Parsaoran Hutagalung dalam paparannya mewakili Bupati Taput mengungkapkan, penyelenggaraan pasar lelang komoditi dimulai tanpa banyak persiapan, dengan tujuan agar masyarakat mendapat harga terbaik, sehingga masyarakat termotivasi untuk menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian yang secara ekonomis sangat layak dan menjanjikan.

Untuk membantu melepaskan masyarakat dari ketergantungan kepada praktik ijon, Bupati Taput juga telah memberikan pupuk bersubsidi bayar pasca panen bagi masyarakat. Bupati juga menegaskan akan menganggarkan subsidi harga bagi masyarakat petani, sehingga ketika harga anjlok petani tidak merugi, sehingga masyarakat tetap termotivasi untuk bertani tanpa ada rasa takut akan merugi.

Usai paparan dan tanya jawab di Pendopo, rombongan menyaksikan secara langsung transaksi lelang komoditas cabai merah di Pasar Lelang Siborongborong.

Turut dalam rombongan, peneliti Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Abdul Aziz; analis Pokjanas TPID Kemenko Perekonomian Pokjanas TPID Republik Indonesia, Puji Gunawan; analis ekonomi senior Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter Bank Indonesia, Fiskara Indawan; dan perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA). (rel/ajvg)

Foto: Utusan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia menyaksikan lelang komoditas cabai merah di Pasar Lelang Komoditas Siborongborong, Senin (20/6/2016). (ist)

  • Bagikan