JM Diduga Pelaku Pengancaman Wartawan SIB di Humbahas

  • Bagikan
????????????????????????????????????

Humbahas, Bataktoday

wartawan Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Eddy R Eben Ezer Pakpahan yang mendapat ancaman via telepon dari Orang Tak di-Kenal (OTK), Selasa (21/6) lalu, menyebutkan sebuah nama dengan inisial JM sebagai terduga pengancaman tersebut. Eddy menyebutkan juga bahwa terduga JM adalah warga Desa Aek Nauli Kecamatan Pollung.

Hal ini dibeberkannya di Mapolres Humbang Hasundutan, ketika menyampaikan pengaduannya, Jumat (24/6), sekitar pukul 14.00 WIB, didampingi sejumlah awak media dan Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Humbang Hasundutan, Porman Lumbang Tobing SH.

Kepada Bataktoday, Eddy mengatakan mencuatnya dugaan indentas pelaku berinisial JM ini setelah nomor yang digunakan si pengancam sama dengan nomor JM yang tertera di daftar kontak telepon selular milik rekannya FJ dan LS.

“Setelah kucocokan dengan pemilik nomor yang tertera di HP kawan kita si FJ dan LS, ternyata sama dengan nomor pelaku pengancaman itu” katanya.

“Selama 2 jam lebih saya memberikan keterangan kepada petugas. Kita berharap dugaan identitas pelaku pengancaman ini benar dan segera ditindak, agar menjadi pembelajaran dan pemahaman bagi orang lain yang ingin mencoba mengintimidasi tugas Pers atau Jurnalistik dalam menyuarakan kebenaran “ tambahnya.

Kapolres Humbang Hasundutan, AKBP. Idodo Simangunsong,SIK,SH yang saat itu turut menyaksikan penyampaian laporan pengaduan tersebut menegaskan bahwa pihaknya akan segera membentuk Tim Lidik guna menelusuri pelaku dan motif pengancaman dibalik pemberitaan Harian SIB seputar dugaan tindak pembalakan hutan pinus di Humbang Hasundutan.

“Usai Laporan Pengaduan-nya dibuat, kita langsung Lidik pelaku serta motif pengancaman ini. Tentunya sesuai dengan prosedur yang ada” katanya.

Ketua PWRI Humbahas, Porman Tobing mengatakan bahwa pihaknya akan mengawal dan memperjuangkan aspirasi jurnalistik yang mendapat tekanan dalam meyampaikan kebenaran.

“Sudah saatnya paradigma elemen masyarakat tentang kejurnalistikan atau pers diperjelas dan dipertegas, bahwa Jurnalistik sejati adalah Pers yang berani mengemukakan Kebenaran tanpa embel-embel. Bukan seperti yang diasumsikan sebagian besar orang selama ini. Masyarakat harus bisa mengklasifikasikan keprofesionalismean seorang Wartawan, tidak serta merta mendefenisikan bahwa semua wartawan itu sama,” sebut Porman..

Juga ditambahkannya agar ini menjedi pembelajaran bagi setiap orang maupun lembaga.

“Kita berharap momen ini menjadi pemahaman dan pembelajaran berharga bagi setiap orang agar mau mengerti. Hal ini juga berlaku terhadap lembaga-lembaga Negara, bahwa sejatinya Pers dibentengi oleh Undang-Undang,“ tegasnya.

Senada juga disampaikan Gamaliel Simbolon salah satu awak media yang turut mendampingi Eddy menyampaikan pengaduan.

“Kita cukup optimis, bahwa berangkat dari pengaduan pengancaman yang diduga dilakukan oleh JM, yang juga disebut sebagai “Humas Pembalakan Hutan”, akan membuka tabir kejahatan lingkungan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Tentu hal tersebut sinkron dengan kinerja Kepolisian Resort Humbahas yang diharapkan mampu memberikan hasil akhir dari proses penyelidikan terhadap motif tindak pengancaman, serta menemukan pelakunya. Sebab sudah barang tentu, ada aktor intelektual dibalik maraknya penebangan kayu pinus di Kabupaten Humbahas” tukas wartawan Jawa Pos Grup ini. (FT)

Foto:

Eddy R Eben Ezer Pakpahan (baju biru) ketika memberikan keterangan kepada Petugas Kepolisian Resort Humbahas, Jumat 24/6/2016 (bataktoday/ft)

  • Bagikan