Mobilnya Didahului, Personil Polisi Aniaya Warga‬

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Oknum polisi kembali melakukan tindak kekerasan. Kali ini diduga hanya karena tak senang mobil yang dikendarainya didahului mobil lain, personil Direktorat Shabara Polda Sumatera Utara menganiaya warga sipil. ‪Korbannya adalah ARH (30) warga KH Ahmad Dahlan, Aek Kanopan.

Ia dianiaya belasan personil Shabara Polda Sumut hingga mengalami luka. Sementara, kedua anak korban mengalami trauma melihat ayahnya dianiaya.

‪Korban ARH menceritakan, awalnya korban bersama istri WO (30), kedua anaknya, seorang pembantu dan anak pembantu yang berjumlah 6 orang mengendarai mobil Toyota Agya BK 1063 YS dari Labuhan Batu Utara, hendak ke rumah orang tua istrinya di Jalan Karya Wisata.

‪Saat di Jalan Tritura, mobil korban dan mobil yang membawa belasan personil Shabara Polda Sumut melaju dari arah yang sama pada Sabtu (25/6/2016) sekitar pukul 02.00 dinihari.

‪Karena mobil truk yang membawa personil tersebut melaju pelan, korban mencoba mendahuluinya.

“Saat saya mau mengambil jalan kiri, mereka ke kiri. Saya mau ke kanan mereka juga ke kanan,” ujar korban saat berada di warkop Jurnalis Medan, Jalan Agus Salim, Senin (27/6/2016) malam.

‪Singkat cerita, mobil  membawa personil Shabara Polda Sumut tersebut berhenti di Jalan AH Nasution, tepatnya di depan lapangan sepak bola Sejati, dan korban mendahuluinya.

“Saat di depan Kantor Kejatisu saya pun balik arah untuk mempertanyakan sikap personil polisi tersebut,” jelasnya.

‪Namun, korban yang belum sempat bicara dan belum turun dari mobilnya, langsung dianiaya para personil Shabara tersebut.Tak hanya itu, para personil polisi tersebut juga merusak mobil korban, hingga mengalami kerusakan hingga 75 persen.

‪”Belum lagi saya bertanya dan turun dari mobil, mereka langsung menganiaya saya. Anak saya sekarang mengalami trauma,” ungkapnya.

‪Korban yang katakutan dianiaya para personil polisi itu, kemudian melajukan kendaraannya menuju RS yang berada di AH Nasution untuk melakukan visum.

“Karena takut mati dianiaya mereka, saya langsung pergi menuju RS untuk visum,” ungkapnya.

‪Usai melakukan visum, korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polresta Medan sesuai dengan  STPL 1616/K/2016/Spkt Resta Medan pada tanggal 25 Juni 2016.

“Tadi istri saya telah dimintai keterangan oleh propam Polda Sumut terkait kejadian ini,” katanya. (AFR)

Foto: Ilustrasi

  • Bagikan